• Gaya Hidup

Emirates Borong Pesawat Airbus Senilai US$ 16 Miliar

| Minggu, 21/01/2018 09:15 WIB
Emirates Borong Pesawat Airbus Senilai US$ 16 Miliar Pesawat Emirates Airline

JAKARTA (ETODAY) - Maskapai penerbangan Emirates Airline memborong pesawat Airbus A30 senilai US$ 16 miliar. Nilai akan dibayarkan untuk pembelian hingga 36 unit Airbus A30.

Pembelian tersebut termuat dalam nota kesepahamann (Mou) yang ditandatangani pihak Emirates dan Airbus.

Siaran pers pada Sabtu (20/1) menyebutkan, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum selaku Chairman dan Chief Executive Emirates Airline dan Group, serta John Leahy sebagai Chief Operating Officer Customers Airbus Commercial Aircraft, menandatangani perjanjian di kantor pusat Emirates di Dubai, UEA, 18 Januari 2018.

Perjanjian senilai 16 miliar dolar AS itu mencakup komitmen sebesar 20 unit A380 untuk menambah 16 unit lainnya dengan jadwal pengiriman yang akan dimulai pada tahun 2020.

"Airbus A380 telah menjadi salah satu rahasia kesuksesan Emirates. Pelanggan menyukainya dan kami dapat menggunakannya pada berbagai rute penerbangan, sehingga memberikan kami fleksibilitas dalam hal jarak dan kombinasi jumlah penumpang," kata Sheikh Ahmed.

Menurut Ahmed, beberapa dari pesawat dari A380 tambahan yang dipesan nantinya akan digunakan sebagai armada pengganti.

Selain itu, ujar dia, pesanan pesawat tersebut juga dinilai akan mendukung stabilisasi di lini produksi A380.

"Kami juga akan terus bekerja sama dengan Airbus untuk meningkatkan kualitas pesawat ini dan produk-produk `onboard`, sehingga penumpang akan mendapatkan pengalaman perjalanan yang terbaik," tuturnya.

Sementara itu, John Leahy mengatakan, armada Airbus A380 telah berkontribusi besar bagi perkembangan dan kesuksesan Emirates sejak tahun 2008, dan akan terus berlanjut pada masa mendatang.

Kesepakatan itu, ujar John, menegaskan komitmen Airbus untuk terus memproduksi A380 hingga setidaknya 10 tahun ke depan.

"Saya pribadi yakin, akan ada pesanan lain untuk A380 yang mengikuti jejak Emirates, sehingga pesawat luar biasa ini dapat terus diproduksi hingga tahun 2030-an," ucapnya.