Selasa, 03 Nov 2026 • 17:29 WIB
News

Iran Siap Buka Selat Hormuz Jika AS Dipenuhi Syarat

Iran Siap Buka Selat Hormuz Jika AS Dipenuhi Syarat Kapal-kapal di Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari Musandam, Oman. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Iran pada Senin (2/11) mengisyaratkan bahwa mereka dapat membuka kembali Selat Hormuz dan melanjutkan negosiasi diplomatik dalam waktu dua hari jika Amerika Serikat memenuhi tuntutan-tuntutannya, di tengah situasi di mana Washington dan Teheran kembali saling melontarkan peringatan terkait potensi eskalasi militer.

Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Baghaei menyatakan bahwa dasar bagi setiap interaksi tidak langsung antara Iran dan AS melalui para mediator tetap mengacu pada rencana tujuh hari yang diusulkan oleh Teheran pada September.

Baghaei menambahkan bahwa Iran telah memangkas jangka waktu pelaksanaan rencana tersebut menjadi dua hari sebagai bentuk iktikad baiknya.

"Kami telah mengumumkan bahwa jika tuntutan Iran dipenuhi, akan ada kemungkinan untuk memulihkan keamanan di Selat Hormuz dan memulai proses negosiasi dalam waktu singkat," ujarnya.

Dia menekankan bahwa semua itu bergantung pada keputusan pihak Amerika mengenai bagaimana melanjutkan proses tersebut ke depan.

Baghaei mengatakan bahwa Iran telah menyampaikan tuntutannya secara jelas, wajar, dan logis.

Dia menegaskan bahwa selama AS tidak mengakhiri blokade maritim anti-Iran dan tidak memenuhi tuntutan "sah" Teheran, maka kesepakatan tidak akan tercapai dan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali ataupun diamankan.

Iran menyampaikan rencana tujuh hari yang memuat persyaratan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz kepada AS melalui para mediator di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York pada 22 September. Setelah itu, Teheran dan Washington dilaporkan terus bertukar pesan mengenai usulan tersebut.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut serta memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Video