• Info MPR

Ibas Pesan Penerima KIP Kuliah Jangan Sia-siakan Kesempatan dari Negara

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 28/10/2026 13:35 WIB

Ibas Pesan Penerima KIP Kuliah Jangan Sia-siakan Kesempatan dari Negara Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat bertemu dengan mahasiswa penerima KIP Kuliah dalam kunjungannya ke Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Senin (Foto: Humas MPR)

SEMARANG - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan pendidikan tinggi melalui Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Edhie Baskoro saat bertemu dengan mahasiswa penerima KIP Kuliah dalam kunjungannya ke Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Senin (26/10/2026).

Dalam kegiatan bertajuk “Silaturahmi Kebangsaan: Merajut Mimpi, Membangun Negeri: Mendengar Cerita, Menguatkan Masa Depan Mahasiswa Penerima KIP Kuliah UNDIP” tersebut, Ibas mengajak mahasiswa untuk tidak hanya mengejar keberhasilan akademik, tetapi juga membangun karakter, memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan bangsa.

Menurut Ibas Yudhoyono, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan capaian akademik yang baik, tetapi juga harus melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia kerja, dan pembangunan nasional.

“Jangan pernah minder dan jangan pernah merasa sedih karena kalian dilahirkan dan dibesarkan dari mana pun. Kesempatan sudah diberikan oleh negara. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan jadilah manusia terdidik yang mampu mengubah jalan hidup kalian sendiri,” pesan EBY kepada mahasiswa.

KIP Kuliah sebagai Kesempatan dan Tanggung Jawab

Wakil Ketua MPR RI tersebut mengapresiasi keberlanjutan perhatian negara terhadap akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Menurutnya, program KIP Kuliah merupakan salah satu bentuk dukungan yang perlu dijaga agar mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi dirinya.

Ia mengingatkan para penerima beasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Disiplin dalam belajar, kesungguhan mengikuti proses perkuliahan, serta kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri harus menjadi bagian dari keseharian mahasiswa.

“Pastikan program ini jangan disia-siakan. Jadilah mahasiswa yang disiplin dalam belajar, dalam bekerja, dalam berkarya, dan dalam berinovasi. Belajarlah kepada para dosen, profesor, dan pembimbing yang akan memandu kalian menghadapi dinamika kehidupan,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu juga menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus diikuti dengan kesadaran untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Keberhasilan mahasiswa, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari gelar atau pekerjaan yang diperoleh setelah lulus, melainkan juga dari kemampuan mereka menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa Harus Adaptif Menghadapi Perubahan Zaman

Di tengah perkembangan teknologi, disrupsi ekonomi, tantangan lingkungan, dan dinamika global, Ibas mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang adaptif, memiliki rasa ingin tahu tinggi, serta berani mengembangkan gagasan dan inovasi.

Ia menilai, generasi muda memiliki tanggung jawab penting dalam menjawab berbagai persoalan, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan literasi keuangan dan hukum, pengembangan teknologi, hingga kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten dan humanis.

Dr. Edhie Baskoro juga mengajak mahasiswa untuk memperluas perspektif melalui kegiatan organisasi, praktik kerja lapangan, pelatihan, membaca buku, serta aktivitas lain yang dapat meningkatkan keterampilan di luar ruang kuliah.

“Dream big. Jangan pernah menyerah, never give up, dan terus berupaya menjejaki mimpi,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa perlu memandang pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya. Selain penguasaan ilmu pengetahuan, mahasiswa perlu membangun integritas, kemandirian berpikir, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Lulusan Curtin University dan Nanyang University Singapore tersebut juga mengutip pemikiran Soe Hok Gie mengenai pilihan untuk tidak sekadar apatis atau mengikuti arus, melainkan menjadi manusia merdeka dalam pikiran dan gagasan. Bagi Ibas, kemerdekaan berpikir harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk membawa perubahan yang bermanfaat.

Perkuat Keterhubungan Kampus dan Dunia Kerja

Dalam sambutannya, Ibas turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan sektor industri untuk memperkuat hubungan antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja.

Ia menilai, kerja sama tersebut perlu diarahkan agar kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Praktik kerja lapangan, program peningkatan keterampilan, riset terapan, serta kemitraan dengan industri dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

Wakil Ketua MPR RI itu juga mendorong mahasiswa untuk melihat peluang yang lebih luas di luar jalur pekerjaan formal. Sektor agroindustri, perikanan dan kelautan, serta ekonomi kreatif merupakan sejumlah bidang yang dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Menurut Ibas Yudhoyono, pengembangan potensi tersebut memerlukan keterlibatan perguruan tinggi dalam menghasilkan riset, gagasan, dan rekomendasi kebijakan publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara kampus dan pemerintah, lanjutnya, juga penting agar pembangunan nasional dapat menjawab kebutuhan setiap daerah. Indonesia yang besar membutuhkan kerja bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan generasi muda.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, menyambut baik kunjungan dan dialog bersama Ibas. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap mahasiswa dan berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, UNDIP terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang kompetitif sekaligus berkontribusi melalui pendidikan berkualitas.

Mahasiswa Diminta Membalas Kesempatan dengan Pengabdian

Dalam sesi dialog, EBY mendengarkan pengalaman mahasiswa penerima KIP Kuliah mengenai perjalanan pendidikan, aktivitas pengembangan diri, serta cita-cita mereka setelah menyelesaikan studi.

Audria Syahn Hikmat, mahasiswa semester tiga Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP, menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan pengabdian selama satu bulan dan berbagi informasi tentang KIP Kuliah kepada pelajar yang memiliki keterbatasan ekonomi. Ia berharap kesempatan pendidikan yang diterimanya dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

“Saya tidak ingin menyia-nyiakan uang yang sudah dikeluarkan oleh negara maupun orang tua saya sendiri. Harapannya, pendidikan ini bisa menjadi bekal bagi saya, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga agar bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Audria.

Sementara itu, Muhamad Nazril Ilham, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2025 asal Kabupaten Batang, membagikan pengalamannya beralih dari jurusan Teknik Otomotif saat SMK ke bidang hukum di perguruan tinggi. Ia juga berupaya membantu adik-adik kelas mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi negeri serta mendampingi pelaku UMKM di daerah asalnya dalam mengurus legalitas usaha.

“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan melalui KIP Kuliah. Salah satu bentuk rasa syukur saya adalah membantu adik-adik kelas agar bisa melanjutkan pendidikan dan membantu UMKM mengurus legalitas usahanya,” tutur Nazril.

Menanggapi pengalaman para mahasiswa tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi karena mereka tidak hanya berfokus pada pencapaian pribadi, tetapi juga berupaya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ia berharap semangat tersebut terus dipelihara melalui peningkatan kapasitas diri, kemampuan beradaptasi, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Menurut doktor lulusan IPB University tersebut, setiap bidang keilmuan memiliki ruang pengabdian masing-masing. Lulusan hukum dapat memperluas literasi hukum masyarakat, lulusan akuntansi dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan, sementara lulusan bidang kesehatan dan teknologi dapat menjawab kebutuhan pelayanan publik serta perkembangan industri.

“Apapun yang terjadi terhadap Indonesia, di tangan kita juga yang akan menentukan. Diperlukan manusia-manusia terdidik dan alumni yang memiliki rasa cinta terhadap negerinya,” tegasnya.

Ibas berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial. Kesempatan yang diperoleh melalui dukungan negara, menurutnya, perlu diwujudkan menjadi karya, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Ia menutup pesannya dengan mengajak mahasiswa untuk terus belajar, memperkuat karakter, memperluas wawasan, dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Jadilah manusia yang tangguh dan terus mengabdikan diri untuk membalas kebaikan negara,” pungkas Ibas.