• Gaya Hidup

Mengapa Hari Kesadaran Limbah Elektronik Diperingati Setiap 14 Oktober?

Vaza Diva | Rabu, 14/10/2026 14:30 WIB

Mengapa Hari Kesadaran Limbah Elektronik Diperingati Setiap 14 Oktober? Ilustrasi - Hari Kesadaran Limbah Elektronik setiap 14 Oktober, ini sejarahnya (Foto: web)

JAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, masyarakat global memperingati Hari Kesadaran Limbah Elektronik (International E-Waste Day) pada tanggal 14 Oktober.

Peringatan tahunan ini menjadi gerakan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai bahaya tumpukan sampah elektronik (e-waste) serta pentingnya pengelolaan, pendaurulangan, dan pemanfaatan kembali perangkat elektronik secara bijak.

Sejarah pengesahan Hari Kesadaran Limbah Elektronik tergolong masih relatif baru jika dibandingkan dengan peringatan global lainnya.

Gerakan ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2018 oleh Waste Electrical and Electronic Equipment (WEEE) Forum, sebuah asosiasi internasional yang menaungi organisasi pengumpul dan pengelola sampah elektronik di berbagai negara.

Maksud utama dari pembentukan hari peringatan ini adalah untuk menyoroti krisis lingkungan yang kian meningkat akibat meroketnya volume limbah elektronik di seluruh belakangan tahun terakhir.

Pemilihan tanggal 14 Oktober digagas untuk menciptakan momentum global tahunan yang konsisten bagi produsen, konsumen, dan pembuat kebijakan.

Setiap tahunnya, WEEE Forum bersama organisasi lingkungan di seluruh dunia mengusung tema spesifik untuk mengedukasi publik.

Edukasi tersebut berfokus pada masalah perangkat elektronik berukuran kecil yang sering terabaikan di rumah tangga, seperti ponsel bekas, kabel isi ulang, mainan elektronik, hingga perangkat pemutar audio yang rusak.

Barang-barang kecil ini kerap kali berakhir di tempat pembuangan akhir sampah biasa daripada disalurkan ke fasilitas daur ulang yang tepat.

Limbah elektronik menjadi salah satu jenis sampah dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Perangkat elektronik mengandung berbagai bahan berbahaya seperti merkuri, timbal, dan kadmium yang dapat mencemari tanah serta sumber air jika tidak ditangani dengan benar.

Di sisi lain, e-waste juga menyimpan berbagai material berharga seperti emas, tembaga, dan perak yang sebenarnya dapat diekstraksi kembali melalui proses daur ulang modern demi mengurangi kegiatan penambangan baru.

Melalui peringatan Hari Kesadaran Limbah Elektronik setiap tanggal 14 Oktober, masyarakat diimbau untuk tidak menyalin atau membuang perangkat keras bekas secara sembarangan.

Momen ini menjadi pengingat penting bahwa transisi menuju ekonomi sirkular membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, mulai dari individu yang mau menyerahkan sampah elektroniknya ke titik pengumpulan resmi hingga produsen yang mendesain produk agar lebih mudah diperbaiki dan didaur ulang.