Ilustrasi peluncuran rudal balistik Iran (Foto: AP Photo)
WASHINGTON - Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk saling menahan diri dan mematuhi komitmen mereka berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang dicapai pada Juni untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
Zardari menyerukan agar perbedaan diselesaikan melalui dialog dan diplomasi, sekaligus menekankan pentingnya navigasi maritim yang aman melalui Selat Hormuz dan Laut Merah.
Pernyataan tersebut disampaikan Zardari, Selasa (13/10), saat bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Rusia Vladimir Kolokoltsev di Islamabad.
Menurut pernyataan Kantor Kepresidenan Pakistan, Zardari menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas meningkatnya ketegangan di Teluk, terutama serangan terhadap lalu lintas laut, fasilitas energi, dan infrastruktur penting.
Dia juga memperingatkan konflik tersebut menimbulkan tantangan serius bagi stabilitas kawasan, ketahanan energi global, perdagangan, dan rantai pasokan, serta menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua negara.
Dalam pertemuan itu, Kolokoltsev sedang melakukan kunjungan resmi selama empat hari ke Pakistan, yang merupakan kunjungan pertamanya sebagai mendagri Rusia ke negara di Asia Selatan tersebut.
Kolokoltsev menyebut nilai perdagangan bilateral kedua negara, yang mencapai 243,4 juta dolar AS pada tahun fiskal 2025, masih berada di bawah potensi yang dapat dicapai.
Dia mendesak kedua negara untuk menerjemahkan niat baik para pemimpin mereka menjadi hasil nyata.
Mendagri Rusia itu juga menyampaikan volume perdagangan kedua negara belum mencerminkan kekuatan hubungan bilateral, seraya menyebut masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan perdagangan.
Kolokoltsev pun mengundang Zardari untuk berkunjung ke Rusia.
Secara terpisah, Kolokoltsev juga melakukan pembicaraan dengan Mendagri Pakistan Mohsin Naqvi terkait upaya memerangi kejahatan terorganisasi, terorisme, ekstremisme, perdagangan senjata ilegal dan narkoba, serta kejahatan siber, termasuk penipuan melalui telepon, phishing, dan skema piramida mata uang kripto.
Kolokoltsev mengatakan kerja sama penegakan hukum kedua negara dilandaskan pada hubungan bilateral yang bersahabat dan saling menguntungkan, menurut keterangan Kedutaan Besar Rusia di Islamabad.
Sumber: Anadolu