Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. REUTERS
JAKARTA - Otoritas zionis Israel mencabut status diplomatik para diplomat asal Belanda yang bertugas di Ramallah sebagai balasan atas kebijakan pemerintah negara anggota Uni Eropa itu yang melarang perdagangan dengan pemukim zionis ilegal di Tepi Barat.
Pada akhir Juli lalu, Pemerintah Belanda telah mengumumkan pelarangan impor produk-produk yang berasal dari wilayah permukiman ilegal Israel, yang mulai berlaku secara efektif pada 22 September.
"Kami telah memberi tahu Kedutaan Besar Belanda di Israel malam ini bahwa para diplomat mereka yang bertugas di Ramallah harus mengembalikan dokumen diplomatik yang diterbitkan oleh Israel dalam waktu tujuh hari,” kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar melalui media sosial X pada Minggu (27/9).
“Setelah tenggat waktu tersebut, hak istimewa dan kekebalan diplomatik yang diberikan Israel kepada mereka akan resmi berakhir," lanjutnya.
Aktivitas pembangunan permukiman ilegal oleh otoritas zionis di wilayah Tepi Barat itu hingga kini masih menjadi salah satu sumber polemik utama di mata komunitas internasional dan Pemerintah Palestina.
Rakyat Palestina menilai tindakan tersebut sebagai strategi otoritas zionis untuk memperkuat upaya penjajahan atas tanah mereka.
Sebelumnya pada akhir Mei, Uni Eropa juga telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu maupun organisasi yang terbukti terlibat dalam pelanggaran hak-hak warga Palestina di Tepi Barat, yang berkaitan erat dengan aktivitas pemukiman zionis Israel di wilayah tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti