• Bisnis

Danantara Indonesia Himpun Donasi Gempa NTT Rp2,16 Miliar

M.Habib Saifullah | Selasa, 18/08/2026 22:25 WIB
Danantara Indonesia Himpun Donasi Gempa NTT Rp2,16 Miliar Peta Guncangan Gempa Bumi di NTT (BMKG via BNPB)

JAKARTA - Danantara Indonesia melaporkan telah berhasil menghimpun donasi sebesar Rp2.164.037.334 untuk membantu warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dana miliaran rupiah tersebut dikumpulkan dari partisipasi masyarakat melalui kegiatan "Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan".

Pengumpulan donasi dilakukan secara digital melalui pemindaian kode QR yang disediakan di tiga titik panggung kesenian. Inisiatif ini merupakan wujud kolaborasi antara keluarga besar BUMN, Danantara Indonesia, dan pemerintah untuk memfasilitasi semangat gotong royong masyarakat.

Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan momentum kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat tentang kuatnya solidaritas bangsa.

"Partisipasi masyarakat dalam Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT," ujar Rohan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Saat ini, kata Rohan, Danantara Indonesia tengah mengoordinasikan respons darurat lintas BUMN agar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak berjalan tepat sasaran. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen BUMN untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi krisis.

Koordinasi penyaluran bantuan akan terus ditingkatkan selama masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah hingga 28 Agustus 2026.

Pada tahap awal tanggap darurat, fokus utama diarahkan pada pemulihan infrastruktur layanan publik yang menjadi tulang punggung respons kemanusiaan. Hingga Senin (17/8), PLN tercatat telah berhasil memulihkan aliran listrik bagi 88 persen pelanggan dan memperbaiki 98,3 persen jaringan listrik yang rusak akibat gempa.

Di sektor komunikasi, Telkom Group terus mengebut perbaikan jaringan telekomunikasi di area terdampak demi memperlancar koordinasi dan akses informasi. Pasokan dan distribusi bahan bakar juga terus diperkuat untuk menunjang mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi bantuan.

Penghimpunan dan penyaluran logistik terus berjalan seiring dengan pemetaan kondisi di lapangan. Bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti pangan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan pengungsian, hingga dukungan operasional posko.

“Fokus saat ini adalah memastikan dukungan tersalurkan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan. Pada saat yang sama, kami mulai memetakan kebutuhan lanjutan, termasuk fase pemulihan dan perbaikan fasilitas atau hunian yang terdampak,” jelas Rohan.

Guna mengoptimalkan penanganan, Danantara Indonesia juga akan segera mengerahkan tenaga relawan. Posko penanganan bencana akan diperkuat di pusat-pusat aktivitas warga terdampak yang menjadi titik prioritas, meliputi Kabupaten Sikka, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Manggarai.

Selain fokus pada fase darurat, Danantara Indonesia bersama BUMN telah memulai proses pendataan rumah warga yang rusak berat. Data ini nantinya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.