• Oase

Makna Khusyuk Hakiki Kerendahan Hati di Hadapan Allah

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 07/09/2026 18:06 WIB
Makna Khusyuk Hakiki Kerendahan Hati di Hadapan Allah Ilustrasi foto shalat sebagai penenang hati

Katakini.com - Khusyuk merupakan ruh dari setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba kepada Allah SWT.

Tanpa adanya rasa khusyuk, ibadah yang dikerjakan berisiko menjadi sekadar gerakan fisik tanpa makna.

Khusyuk yang hakiki bersumber dari rasa takut, hormat, serta kesadaran akan keagungan Sang Pencipta.

Allah SWT menegaskan bahwa kekhusyukan adalah kunci utama meraih keberuntungan dan kemenangan sejati.

Hal ini tercantum secara jelas dalam Al-Qur`an Surah Al-Mu`minun ayat 1 dan 2.

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya." (QS. Al-Mu`minun: 1-2)

Kekhusyukan dalam shalat mencerminkan kondisi hati yang tenang dan terbebas dari gangguan duniawi.

Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan dari hati yang tidak khusyuk.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan dari hati yang tidak khusyuk."

Doa tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesucian dan kerendahan hati dalam beribadah.

Khusyuk tidak hanya tampak dari ketenangan anggota badan, melainkan juga dari ketundukan jiwa.

Ketika seseorang menyadari kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT, rasa sombong akan sirna.

Kerendahan hati yang lahir dari kekhusyukan akan memancarkan akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Melatih kekhusyukan membutuhkan proses mujahadah, penyucian jiwa, serta pemahaman terhadap bacaan ibadah.

Semoga Allah SWT mengaruniakan kita hati yang selalu khusyuk dan tunduk patuh pada setiap perintah-Nya.