• Oase

Menggunakan Waktu Kerja Urusan Pribadi, Pengkhianatan Amanah?

Anggoro Aristo Priambodo | Rabu, 02/09/2026 12:02 WIB
Menggunakan Waktu Kerja Urusan Pribadi, Pengkhianatan Amanah? Ilustrasi foto pegawai berkinjung ke mall pada jam kerja

Katakini.com - Menggunakan jam kerja untuk urusan pribadi tanpa izin yang sah sering dianggap sepele oleh sebagian pekerja.

Dalam pandangan syariat Islam, ikatan kerja antara karyawan dan pemberi kerja adalah akad yang melahirkan kewajiban.

Waktu kerja yang telah disepakati merupakan hak perusahaan yang harus diisi dengan kewajiban profesi secara penuh.

Mengabaikan tugas demi kepentingan pribadi di jam kerja dapat dikategorikan sebagai tindakan mengurangi hak orang lain.

Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Isra ayat 34 bahwa setiap janji dan akad pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.

Karyawan yang menyalahgunakan jam kerja pada hakikatnya sedang mencederai kepercayaan atau amanah yang diberikan padanya.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari bahwa salah satu tanda orang munafik adalah apabila diberi amanah ia berkhianat.

Perbuatan mencuri waktu kerja juga berpotensi memengaruhi kehalalan dan keberkahan penghasilan yang dibawa pulang ke rumah.

Allah SWT melarang keras perbuatan kecurangan dalam bermuamalah sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Mutaffifin ayat 1–3.

Keberkahan rezeki tidak hanya diukur dari besarnya nominal, melainkan dari kejujuran dan kesesuaian proses mendapatkannya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam hadis riwayat Baihaqi bahwa Allah sangat menyukai seorang pekerja yang profesional dalam tugasnya.

Jika ada kebutuhan pribadi yang sangat mendesak, seorang pekerja wajib meminta izin resmi kepada atasan atau pihak berwenang.

Sikap transparan dan jujur dalam berizin menjaga kebersihan harta serta ketenangan jiwa dalam mencari nafkah.

Kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap detik jam kerja akan menghindarkan diri dari kelalaian.

Semoga rezeki yang kita dapatkan senantiasa bersih dari syubhat dan membawa keberkahan bagi keluarga di dunia dan akhirat.