Ilustrasi menyalahkan orang lain
Katakini.com - Kecenderungan manusia untuk selalu mengingat kesalahan orang lain merupakan fenomena psikologis sekaligus penyakit hati yang nyata.
Kebaikan yang pernah dilakukan seseorang sering kali sirna seketika hanya karena satu kekhilafan yang tampak di mata.
Sifat mengungkit kesalahan ini berakar dari kecenderungan hawa nafsu yang selalu merasa paling benar dan suci di hadapan sesama.
Allah SWT mengingatkan kita agar tidak merasa paling suci dalam firman-Nya pada Surah An-Najm ayat 32.
Penyebab utama sulitnya melupakan kesalahan orang lain adalah hadirnya sifat dengki, sombong, serta prasangka buruk di dalam dada.
Allah SWT secara tegas melarang sifat prasangka buruk dan mencari-cari kesalahan orang lain dalam Surah Al-Hujurat ayat 12.
Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras melalui sebuah sindiran tajam mengenai kecacatan dalam cara pandang manusia.
Dalam hadits riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad, beliau bersabda bahwa seseorang mampu melihat kotoran kecil di mata saudaranya, namun lupa pada kayu besar di matanya sendiri.
Pikiran yang terus-menerus mengikat kesalahan orang lain hanya akan mengotori kebersihan jiwa dan merusak ketenangan hidup.
Sifat dendam dan enggan memaafkan justru menjadi penahan bagi datangnya ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosa kita.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nur ayat 22 agar kita memaafkan dan berlapang dada jika ingin diampuni oleh-Nya.
Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadits riwayat Muslim bahwa sifat pemaaf tidak akan menambah sesuatu kecuali kemuliaan.
Mengalihkan fokus dari kesalahan orang lain menuju pembenahan diri sendiri adalah tanda kedewasaan iman seorang Muslim.
Setiap kali teringat keburukan saudara kita, hendaknya kita segera mendoakan kebaikan baginya sekaligus memohon perlindungan dari sifat dengki.
Semoga Allah SWT senantiasa membersihkan hati kita dari dendam dan meluaskan dada kita untuk selalu saling memaafkan.