• Gaya Hidup

Menelusuri 5 Destinasi Wisata Sejarah Kemerdekaan RI di Jakarta

M.Habib Saifullah | Senin, 17/08/2026 07:05 WIB
Menelusuri 5 Destinasi Wisata Sejarah Kemerdekaan RI di Jakarta Kawasan Monumen Nasional di Jakarta (Foto: tirto.id)

JAKARTA - Jakarta tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian modern, tetapi juga saksi bisu rangkaian peristiwa krusial lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI).

Di kota inilah deteksi sejarah perjuangan bangsa diukir—mulai dari penyusunan naskah proklamasi, pengibaran bendera pusaka pertama kali, hingga pembacaan ikrar kemerdekaan.

Menjelang dan saat momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, melakukan napak tilas ke tempat-tempat bersejarah menjadi cara terbaik untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperbalas rasa cinta tanah air.

Berikut ini 5 destinasi wisata sejarah kemerdekaan RI di Jakarta yang wajib kamu kunjungi:

1. Tugu Proklamasi (Taman Proklamasi)

Berlokasi di Jalan Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, tempat ini merupakan lokasi asli berdirinya kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56.

Di tempat inilah Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan secara resmi pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

Saat ini, pengunjung dapat melihat Patung Soekarno-Hatta berukuran besar bersanding dengan monumen naskah proklamasi dari perunggu serta Tugu Jarum yang menandai titik pembacaan teks bersejarah tersebut.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munaska)

Terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat, bangunan bergaya arsitektur Eropa ini dulunya merupakan kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda.

Di gedung inilah para tokoh bangsa—seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, hingga Sayuti Melik—berkumpul merumuskan dan mengetik teks proklamasi hingga dini hari.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat ruang makan tempat perumusan, piano bersejarah, serta diorama interaktif yang menggambarkan peristiwa malam 16-17 Agustus 1945.

3. Gedung Joang `45

Berada di Jalan Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat, Gedung Joang `45 dulunya merupakan Hotel Schomper yang kemudian dijadikan markas pemuda pergerakan (Pemuda Menteng 31), seperti Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana.

Di museum ini tersimpan berbagai koleksi bernilai tinggi, termasuk mobil dinas resmi pertama Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta (REP-1 dan REP-2), serta dokumentasi foto perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

4. Monumen Nasional (Monas)

Monumen ikonik setinggi 132 meter di jantung Jakarta ini dibangun atas prakarsa Presiden Soekarno untuk mengabadikan perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia.

Di bagian cawan bawah Monas terdapat Museum Sejarah Nasional yang menampilkan 51 diorama yang memvisualisasikan perjalanan Nusantara dari masa kerajaan purba, masa penjajahan, hingga detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dan pengakuan kedaulatan.

5. Museum Kebangkitan Nasional (Gedung STOVIA)

Lokasi yang berada di Jalan Abdul Rachman Saleh No. 26, Jakarta Pusat ini merupakan bekas sekolah kedokteran bumiputera STOVIA. Tempat ini menjadi saksi lahirnya organisasi pergerakan nasional pertama, Budi Utomo, pada 20 Mei 1908.

Mengunjungi tempat ini membantu kita memahami akar perjuangan para cendekiawan muda yang menjadi cikal bakal pergerakan kesadaran berbangsa menuju kemerdekaan 1945.