Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) saat menghadiri penyaluran bantuan Atensi di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (12/8), dan sebelumnya di Pesanggrahan Jakarta Selatan, Selasa(11/8) (Foto:Humas MPR)
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengadvokasi penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Kementerian Sosial melalui Sentra Mulya Jaya senilai Rp 341.020.456 kepada 121 penerima manfaat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat yang mengajukan atau membutuhkan dukungan sosial, mulai dari anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga kelompok rentan lainnya termasuk tuna sosial dan korban perdagangan orang, dengan bentuk bantuan berupa pemenuhan hidup layak, kewirausahaan, bantuan tunggakan pendidikan, serta alat bantu.
Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II meliputi Jakarta Selatan, Pusat dan Luar Negeri ini menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut berawal dari aspirasi warga yang membutuhkan di daerah pemilihannya, kemudian sesuai kewajibannya mengadvokasi aspirasi Rakyat dengan menyampaikannya kepada Kementerian Sosial untuk ditindaklanjuti melalui Sentra Mulya Jaya.
Menurutnya, kerja sama antara DPR dan Pemerintah membantu Rakyat seperti ini penting dikuatkan agar program perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Saya apresiasi Kementerian Sosial melalui Sentra Mulya Jaya yang kembali bekerja sama dengan kami di Komisi VIII untuk membantu masyarakat, termasuk masyarakat di dapilnya, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat," ujar HNW saat menghadiri penyaluran bantuan Atensi di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (12/8), dan sebelumnya di Pesanggrahan Jakarta Selatan, Selasa(11/8).
"Karena sekalipun di ibukota, ternyata masih banyak warga yang membutuhkan bantuan, maka penting Negara hadir menjangkau mereka dan membantu mereka,” ujar HNW lagi.
Dirinya juga mengingatkan warga penerima manfaat, agar bantuan yang diterima tidak hanya dipandang sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi pemicu bagi penerima manfaat untuk memperbaiki kondisi kehidupannya. Ia mengutip semangat Menteri Sosial bahwa “bansos sementara, berdaya selamanya”.
“Bantuan ini mudah-mudahan menjadi pemacu dan penyemangat. Hari ini kita dibantu, mudah-mudahan pada hari yang akan datang kita bisa membantu. Dalam perspektif Negara, tentu tidak bisa membantu warga yang sama terus menerus, karena banyaknya warga Indonesia yang memerlukan bantuan serupa, sehingga terjadi penggiliran dan asas prioritas,” lanjutnya.
Anggota DPR RI Fraksi PKS ini berpesan agar Kementerian Sosial, Sentra Mulya Jaya, para pendamping sosial, serta seluruh pihak yang ikut melakukan validasi dapat terus memastikan bantuan tersalurkan kepada penerima yang tepat. Menurutnya, ketepatan sasaran penting agar program perlindungan sosial dapat dilanjutkan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Saya menyaksikan sistem verifikasi dan validasi di Kementerian Sosial sudah diupayakan berjalan cukup bagus, termasuk dalam penyaluran bantuan Atensi ini bersifat spesifik berdasarkan hasil asesmen. Semoga kinerja ini terus dijaga kebaikannya dan terus ditingkatkan ke depan, untuk melaksanakan kewajiban negara melindungi seluruh Rakyat dan memajukan kesejahteraan Bangsa,” pungkasnya.