• News

Presiden Ukraina: Gencatan Senjata Lebih Baik daripada Perang Berkepanjangan

M.Habib Saifullah | Sabtu, 25/07/2026 22:30 WIB
Presiden Ukraina: Gencatan Senjata Lebih Baik daripada Perang Berkepanjangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan potensi gencatan senjata di negaranya akan "lebih baik" daripada melanjutkan perang selama 10 hingga 20 tahun lagi demi meraih kemenangan.

Dalam wawancara dengan pemengaruh (influencer) Amerika Serikat Laura Loomer, yang dibagikan melalui platform media sosial X, Jumat (24/7), Zelenskyy mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memahami bahwa Ukraina menginginkan perang dengan Rusia segera berakhir.

"Sebelumnya, ada banyak suara yang mengatakan bahwa Ukraina tidak ingin berhenti," kata Zelenskyy.

Ia mengatakan Ukraina belum meninggalkan tujuannya untuk meraih "kemenangan", namun kini lebih memusatkan perhatian pada keselamatan jiwa manusia.

"Jadi, jika besok kita dapat menghentikan perang untuk mencapai gencatan senjata, itu lebih baik daripada berperang selama 10 hingga 20 tahun demi kemenangan dan kehilangan rakyat kita," ujar Zelenskyy.

Ia berpendapat bahwa tumbuhnya kepercayaan Trump terhadap dirinya menjadi faktor yang "penting" dan "kunci" dalam perubahan nada hubungan keduanya.

Mengenai hubungannya dengan Trump, Zelenskyy menyoroti pertemuan empat mata mereka di Vatikan pada April 2025 sebagai "momen perubahan pertama", ketika hubungan keduanya berubah hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit.

Zelenskyy mengatakan tidak ada seorang pun yang hadir dalam pertemuan tersebut.

"Saya sangat senang karena begitu banyak nyawa bergantung pada hubungan dan dialog seperti itu," katanya.

Presiden Ukraina itu juga kembali menegaskan kesiapan untuk menandatangani perjanjian damai dengan Rusia.

Ia mengatakan dirinya selalu menyampaikan kepada Trump bahwa ia siap datang ke Amerika Serikat untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

Selain itu, Zelenskyy juga berbicara mengenai pesawat nirawak atau drone.

Ia mengatakan Ukraina berharap dapat merampungkan "kesepakatan drone terbesar, khususnya dengan Amerika Serikat", seraya menambahkan bahwa Washington telah memperoleh pengalaman dari Ukraina dalam bidang tersebut.

Sumber: Anadolu