• Oase

Amalan Sunah Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam

Vaza Diva | Selasa, 21/07/2026 15:30 WIB
Amalan Sunah Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam Ilustrasi - bulan Safar (Foto: Tebuireng Online)

JAKARTA - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat.

Sebagian orang masih meyakini Safar sebagai bulan yang membawa kesialan atau musibah sehingga menghindari berbagai aktivitas penting, seperti menikah, memulai usaha, hingga bepergian jauh.

Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial. Rasulullah SAW justru meluruskan keyakinan tersebut melalui hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

Artinya: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya (tanpa izin Allah), tidak ada kesialan karena pertanda burung, tidak ada keyakinan tentang burung hantu pembawa sial, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjadi landasan bahwa Bulan Safar sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan hanya karena memasuki Safar.

Namun, setiap muslim tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh sebagaimana pada waktu-waktu lainnya.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan selama Bulan Safar.

1. Memperbanyak Salat Sunnah

Salat sunnah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk saat Bulan Safar. Salat seperti Tahajud, Dhuha, Witir, Rawatib, hingga Tahiyatul Masjid dapat menjadi pelengkap ibadah wajib sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam hadis qudsi, Allah SWT berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari).

Karena itu, Bulan Safar dapat dijadikan momentum meningkatkan kualitas ibadah harian melalui salat sunnah.

2. Membaca Al-Qur`an Setiap Hari

Al-Qur`an merupakan petunjuk hidup bagi umat Islam. Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur`an menjadi salah satu amalan terbaik yang tidak terikat waktu tertentu.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 9:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Artinya: "Sesungguhnya Al-Qur`an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus."

Membaca Al-Qur`an secara rutin selama Bulan Safar juga dapat menjadi sarana memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus menenangkan hati.

3. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Dzikir dan istighfar merupakan amalan ringan tetapi memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bahkan mencontohkan untuk memperbanyak istighfar setiap hari.

Beliau bersabda: "Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari 70 kali dalam sehari." (HR. Bukhari).

Dzikir dapat dilakukan kapan saja, baik setelah salat maupun dalam aktivitas sehari-hari. Dengan memperbanyak mengingat Allah, seorang muslim akan memperoleh ketenangan batin dan keberkahan hidup.

4. Bersedekah kepada Sesama

Sedekah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki."

Bulan Safar bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, masjid, atau berbagai kegiatan sosial lainnya.

5. Menjalankan Puasa Sunnah

Tidak ada puasa khusus pada Bulan Safar. Namun, umat Islam tetap dianjurkan melaksanakan puasa sunnah yang memang disyariatkan, seperti:

- Puasa Senin dan Kamis.

- Puasa Ayyamul Bidh setiap tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.

- Puasa Daud bagi yang mampu.

- Puasa sunnah menjadi salah satu cara meningkatkan ketakwaan sekaligus melatih kesabaran dan keikhlasan.

6. Memperbanyak Doa

Seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa dalam setiap kesempatan. Tidak ada doa khusus yang sahih untuk Bulan Safar, tetapi umat Islam dapat memohon perlindungan, kesehatan, kemudahan rezeki, dan keberkahan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ghafir ayat 60: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah selalu membuka pintu doa bagi setiap hamba-Nya tanpa dibatasi oleh bulan tertentu.

7. Memperkuat Tawakal kepada Allah SWT

Salah satu pelajaran penting dari Bulan Safar adalah menghilangkan keyakinan terhadap mitos dan menggantinya dengan tawakal kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Talaq ayat 3: "Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan keperluannya."

Seorang muslim hendaknya tidak menunda pernikahan, perjalanan, pekerjaan, atau usaha hanya karena menganggap Bulan Safar membawa kesialan. Semua takdir berada dalam kekuasaan Allah SWT.