Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ir. Abraham Liyanto, membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Bali di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, Sabtu (4/7/2026). (Foto: Humas MPR)
DENPASAR - Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ir. Abraham Liyanto, membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Bali di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu metode MPR RI dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Dalam sambutannya, Abraham menegaskan bahwa pelaksanaan LCC Empat Pilar merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 dan Tata Tertib MPR RI yang menugaskan Badan Sosialisasi MPR RI untuk memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI.
Menurutnya, pendekatan melalui kompetisi dinilai efektif menjangkau pelajar. Ia mengutip hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan penyampaian materi kebangsaan melalui lomba lebih mudah diterima oleh generasi muda dibandingkan metode sosialisasi konvensional.
Abraham mengatakan generasi muda bukan sekadar penerus, melainkan pemilik sah Republik Indonesia yang akan menentukan keberlanjutan bangsa pada masa mendatang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sebanyak 110 juta penduduk Indonesia atau sekitar 38,9 persen merupakan kelompok usia 15 hingga 40 tahun. Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 berada di tangan generasi muda saat ini.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan LCC Empat Pilar bukan semata-mata ajang mengejar gelar juara, melainkan sarana memperkuat persaudaraan, memperluas wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.
Abraham juga mendorong para peserta memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan semangat kebangsaan kepada kalangan sebaya agar semakin banyak generasi muda yang mengenal dan mencintai Empat Pilar MPR RI.
Ia turut berharap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun dinas pendidikan daerah dapat memberikan penghargaan kepada para juara LCC, seperti beasiswa maupun bentuk apresiasi lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Bina Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali I Made Arbawa menyampaikan apresiasi kepada MPR RI yang secara konsisten menghadirkan ruang edukasi kebangsaan bagi pelajar di Bali.
Menurutnya, di tengah tantangan era digital dan globalisasi, pemahaman terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan kecintaan terhadap bangsa.
SMKN 1 Amlapura Wakili Bali ke Tingkat Nasional
LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Bali diikuti sembilan SMA, SMK, dan sederajat dari berbagai kabupaten dan kota di Bali. Perlombaan berlangsung melalui tiga babak penyisihan dan satu babak final dengan kategori soal Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar, dan Rebutan.
Setelah melalui seluruh tahapan kompetisi, SMKN 1 Amlapura berhasil keluar sebagai juara pertama dengan perolehan 145 poin. Posisi kedua diraih SMAN 1 Negara dengan 90 poin, sedangkan SMAN 1 Kuta Utara menempati peringkat ketiga dengan 80 poin.
Atas hasil tersebut, SMKN 1 Amlapura berhak mewakili Provinsi Bali pada Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI di Jakarta.
Panitia juga memberikan penghargaan Yel-Yel Terbaik kepada SMAN 1 Tegallalang pada babak penyisihan pertama, SMAS Kristen Harapan Denpasar pada penyisihan kedua, dan SMAN 1 Bangli pada penyisihan ketiga.
Persiapan Berat Demi Prestasi
Anggota tim SMKN 1 Amlapura, Ni Putu Restiasi, mengaku keberhasilan timnya merupakan hasil pembinaan yang telah dimulai sejak April. Proses seleksi dilakukan secara bertahap dari tingkat sekolah hingga akhirnya terpilih sepuluh siswa terbaik untuk mengikuti pembinaan intensif.
Selain mempelajari materi Empat Pilar, tim juga menghafal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ketetapan MPR dengan metode pembagian materi sesuai kemampuan masing-masing anggota.
Rekannya, Ni Putuh Indra Indriani, mengakui tantangan terbesar adalah membagi waktu antara pembinaan LCC, kegiatan organisasi sekolah, praktik sebagai siswa SMK, hingga ujian semester. Meski demikian, ia optimistis timnya mampu tampil maksimal pada final nasional dengan memperdalam pemahaman materi, terutama pada soal-soal tematik dan argumentasi.
Guru pendamping SMKN 1 Amlapura, I Gede Subrata, mengatakan persiapan menuju tingkat nasional akan difokuskan pada pendalaman substansi materi, bukan sekadar menghafal pasal atau teks peraturan.
"Kami ingin anak-anak memahami makna dari setiap materi sehingga mampu menjawab berbagai variasi soal yang diberikan. Kami berharap dapat memberikan hasil terbaik bagi sekolah dan mengharumkan nama Bali di tingkat nasional," ujarnya.