Ilustrasi foto sedang malas ibadah
Katakini.com - Futur adalah kondisi psikologis dan spiritual saat seorang Muslim mengalami penurunan semangat dalam beribadah.
Fase penurunan iman ini merupakan hal yang manusiawi namun tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Allah SWT telah mengingatkan bahwa fluktuasi semangat dan ujian mental pasti akan mendatangi setiap hamba-Nya.
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan." (QS. Al-Baqarah: 155).
Menghadapi kenyataan ini, seorang Muslim tidak boleh menyerah pada rasa malas yang membelenggu jiwanya.
Rasulullah SAW juga telah memberikan wejangan spiritual yang sangat mendalam mengenai fenomena futur ini.
Beliau menjelaskan bahwa setiap amal ibadah memiliki masa semangat dan setiap masa semangat memiliki titik jenuh.
"Sesungguhnya setiap amal itu ada masa semangatnya, dan setiap masa semangat ada masa jenuhnya (futur)." (HR. Ahmad).
Kunci utama menghadapi futur adalah memastikan bahwa saat jenuh, kita tidak keluar dari koridor sunnah.
Langkah awal yang harus diambil adalah segera mengevaluasi diri dan memperbanyak istighfar kepada Allah SWT.
Menjaga shalat fardhu lima waktu secara berjamaah menjadi benteng pertahanan terakhir yang tidak boleh runtuh.
Selain itu, bergaul dengan lingkungan yang saleh akan sangat membantu menular kembali energi-energi kebaikan.
Membaca dan mentadaburi Al-Qur`an secara rutin dapat menjadi obat penawar bagi hati yang sedang gundah.
Kita juga harus selalu memanjatkan doa agar senantiasa diberikan keteguhan hati di atas ketaatan.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga api keimanan kita agar tetap menyala hingga akhir hayat kelak.