Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno (Foto: Humas MPR)
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, bersama dua Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aryo Djojohadikusumo dan Bobby Gafur Umar menemui CEO Bloomberg New Energy Finance, Albert Cheung dan manajemen seniornya di kantor pusat mereka di London.
Dalam pertemuan yang dilakukan sebelum mengakhiri rangkaian kegiatan di London Climate Action Week ini, Eddy menguraikan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian energi nasional, melaksanakan transisi energi, serta aksi penanganan iklim.“Dalam pertemuan tersebut saya menjabarkan secara rinci komitmen Presiden Prabowo yang tertuang dalam Asta Cita dan penerapannya yang telah dilakukan sejak tahun 2024 sampai sekarang," ujar Eddy Soeparno dalam keterangan tertulis diterima Katakini.com di Jakarta, Minggu (28/6).
"Saya mengajak Bloomberg NEF untuk turut memberitakan ke publik internasional tentang progres positif yang telah dicapai Indonesia dalam mempercepat transisi energi dan penanganan perubahan iklim," ujar Eddy Soeparno melanjutkan.
Eddy berharap, Bloomberg NEF sebagai salah satu lembaga riset strategis di bidang energi terbarukan dan transisi energi untuk ikut menggaungkan upaya keras dan pencapaian Indonesia sebagai upaya untuk mencapai Net Zero Emmission sebelum tahun 2060.
"Selain memahami dan siap mendukung menjelaskan berbagai kebijakan Indonesia di sektor energi, mineral, khususnya mineral kritis yang dibutuhkan di era energi terbarukan dan teknologi tinggi seperti AI, Bloomberg juga secara teratur menerbitkan hasil kajian tentang Indonesia dan kerap menghimpun pelaku usaha Indonesia di forum-forum terkemuka yang diselenggarakan Bloomberg NEF baik di dalam maupun luar negeri," ujarnya.
Di akhir pertemuan Eddy, Kadin dan Bloomberg NEF bertekad membangin komunikasi aktif agar potensi Indonesia di bidang EBT, mineral kritis, perdagangan karbon dapat tersampaikan secara luas dengan analisis yang akurat kepada komunitas investasi dan pelaku usaha internasional.
“Saya optimis, dengan dukungan lembaga kredibel seperti Bloomberg NEF, potensi dan peluang investasi yang dimiliki Indonesia di sektor EBT, Mineral dan Teknologi akan terkomunikasikan semakin luas dan akurat," tutup Doktor Ilmu Politik UI ini.