• News

Pimpin Amirulhaj, Menhaj Pastikan Layanan Jemaah di Tanah Suci Terkawal

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 20/05/2026 09:06 WIB
Pimpin Amirulhaj, Menhaj Pastikan Layanan Jemaah di Tanah Suci Terkawal Umat ​​Muslim berdoa mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, saat ibadah haji tahunan di Mekkah (FOTO: REUTERS)

JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf, bertolak menuju Arab Saudi untuk memimpin misi Amirulhaj 1447 H/2026 M, Selasa (19/5/2026) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Menhaj mengatakan, keberangkatan Amirulhaj merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir langsung mengawal pelayanan jemaah di Tanah Suci.

“Keberangkatan Amirulhaj ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh layanan bagi jemaah berjalan baik, terutama menjelang fase puncak haji. Fokus kami adalah keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah jemaah Indonesia,” ujar Menhaj dalam siaran pers.

Ia menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 92,7 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Ia menegaskan, seluruh layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jemaah terus dipantau dan dikawal secara intensif.

“Alhamdulillah, 92,7 persen jemaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar dan petugas hadir mendampingi jemaah di setiap titik layanan,” kata Menhaj.

Dalam kesempatan itu, Menhaj juga menyampaikan bahwa terdapat 345 jemaah yang tidak dapat diberangkatkan karena dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan saat berada di embarkasi.

Menurutnya, hal ini menjadi perhatian bersama agar ke depan kesiapan kesehatan jemaah benar-benar menjadi prioritas sejak awal.

“Tahun ini ada 345 jemaah yang gagal berangkat karena tidak istithaah saat di embarkasi. Kami tentu memahami ini bukan kondisi yang mudah bagi jemaah dan keluarga," ujar Menhaj.

"Karena itu, kami mohon untuk tahun depan seluruh calon jemaah lebih memprioritaskan istithaah, terutama kesiapan kesehatan, sejak jauh hari sebelum keberangkatan,” dia menambahkan.

Ia menegaskan, prinsip istithaah merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah ingin memastikan setiap jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi siap secara fisik, mental, dan kesehatan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman.

“Pemerintah tidak ingin jemaah memaksakan diri dalam kondisi yang berisiko. Haji adalah ibadah fisik. Karena itu, istithaah harus menjadi perhatian utama, bukan hanya saat menjelang keberangkatan, tetapi sejak masa persiapan,” kata Menhaj.

Selama berada di Arab Saudi, Amirulhaj akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, melakukan pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan haji, meninjau fasilitas layanan jemaah, memberikan arahan kepada petugas haji Indonesia, memberikan bimbingan dan konsultasi kepada jemaah, memimpin rapat koordinasi, memimpin khutbah wukuf, serta melakukan evaluasi atas penyelenggaraan haji.

Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja melayani jemaah sejak fase keberangkatan hingga kedatangan di Arab Saudi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja siang dan malam mendampingi jemaah. Tugas ini tidak ringan, tetapi setiap ikhtiar petugas adalah bagian dari pelayanan negara kepada tamu-tamu Allah,” ujar dia.

Menhaj mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, terutama menjelang fase puncak haji.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, jemaah diberikan kesehatan, petugas diberi kekuatan, dan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, tertib, serta penuh keberkahan,” tutup Menhaj.