Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin (Foto: Aprilia Racing)
JAKARTA - Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengaku tidak nyaman mengendarai RS-GP sepanjang pekan balap MotoGP Prancis 2026 meski memimpin balapan utama selama 24 lap di Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Sepanjang akhir pekan, Bezzecchi sulit menembus tiga besar, sebelum finis kedua di Sprint pada Sabtu (9/5/2026), di belakang Martin. Namun, dalam balapan utama, ia langsung memimpin balapan sejak start.
Ia pun harus legawa kembali finis kedua setelah tersalip Martin tiga lap jelang finis. Uniknya, usai balapan berakhir, Bezzecchi mengaku heran sendiri bisa memimpin balapan begitu lama dengan margin besar.
Dalam jumpa pers, Bezzecchi bahkan menyebut Martin tampil lebih kuat dan konsisten. Ia juga menyebut Martin makin tangguh di atas RS-GP tanpa harus melakukan perubahan besar dan tanpa harus kelewat ngotot.
"Jorge, sejak Jumat, langsung merasa nyaman dengan motornya, dan dia tak pernah terlalu banyak mengeluh. Dia makin kuat dari hari ke hari tanpa melakukan hal-hal tertentu pada motornya," ujar Bezzecchi.
"Jadi, ini adalah akhir pekan di mana Anda bisa melihat dari luar bahwa dia merasa nyaman, dan saya mencoba untuk meningkatkan performa selama akhir pekan, tetapi saya justru sebaliknya dari Jorge," lanjutnya.
Meski begitu, jika melihat kesulitannya sepanjang akhir pekan, anak didik Valentino Rossi ini mengaku cukup puas bisa finis kedua dalam kedua balapan dan membawa pulang poin yang cukup solid.
"Saya tidak pernah merasa nyaman, bahkan ketika saya meningkatkan performa, saya tidak pernah mendapatkan kepercayaan diri yang saya inginkan di bagian depan motor," ungkap rider berusia 28 tahun ini.
"Ini membuat saya terpaksa banyak menggunakan ban untuk mengimbanginya. Hasilnya adalah dalam tujuh atau delapan lap terakhir, kecepatan saya menurun, dan itu tidak cukup," pungkas `Bez`.
Sumber: MotoGP