• News

Disiksa Sembilan Bulan, Tahanan Gaza Tewas Di Penjara Israel

M.Habib Saifullah | Senin, 10/08/2026 18:05 WIB
Disiksa Sembilan Bulan, Tahanan Gaza Tewas Di Penjara Israel Para tahanan yang dibebaskan dari tahanan Israel tiba di Kompleks Medis Nasser, 27 Juli 2026 (Foto: Ahmad Hasaballah/Getty)

JAKARTA - Pihak otoritas Israel akhirnya mengonfirmasi kematian seorang tahanan Palestina asal Gaza di dalam penjara, hampir dua tahun setelah insiden tersebut terjadi, menurut Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina.

Layanan Penjara Israel (Israeli Prison Service) menginformasikan kepada komisi pada Minggu (9/8) bahwa Ihab Mohammed Abdel Qader Diab (36) telah meninggal dunia saat berada dalam penahanan. Pejabat Palestina menilai kasus ini mempertegas pola Israel yang sengaja menyembunyikan nasib para tahanan sejak perang genosida di Gaza meletus.

Diab ditangkap pada 12 Desember 2023, dan pihak komisi meyakini ia mengembuskan napas terakhir sekitar 18 September 2024, setelah kurang lebih sembilan bulan berada dalam kurungan yang disinyalir diwarnai praktik penyiksaan.

Otoritas Israel mengklaim Diab memiliki penyakit bawaan. Namun, pihak keluarga membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Diab berada dalam kondisi sehat serta tidak mengidap penyakit apa pun saat ditangkap.

Menurut data komisi, kematian Diab menambah panjang daftar tahanan Palestina yang tewas di dalam tahanan Israel sejak 1967 menjadi 328 orang. Angka tersebut mencakup 91 orang yang tewas sejak 7 Oktober 2023, di mana 53 di antaranya merupakan warga yang berasal dari Gaza.

Kementerian Urusan Tahanan Gaza menyatakan pihaknya meminta pertanggungjawaban penuh dari pemerintah dan administrasi penjara Israel, seraya membeberkan bukti-bukti penyiksaan, kelalaian medis, hingga kondisi penahanan yang brutal.

Kementerian turut mendesak dilakukannya penyelidikan internasional, penuntutan hukum bagi para pelaku, pengembalian jenazah Diab kepada keluarganya, serta keterbukaan informasi mengenai nasib seluruh tahanan Gaza yang hingga kini masih disembunyikan oleh pihak Israel.

Kasus Diab mencuat di tengah makin tajamnya sorotan internasional terhadap sistem penahanan Israel, di mana ribuan warga Palestina dijebloskan ke sel tanpa dakwaan maupun proses peradilan yang jelas.

Hingga Agustus, lembaga hak asasi manusia Israel HaMoked mencatat Israel menahan hampir 8.000 tahanan "keamanan", termasuk 3.198 orang yang berada dalam status penahanan administratif—ditahan berdasarkan bukti rahasia tanpa dakwaan resmi melalui perintah yang dapat diperpanjang tanpa batas waktu.

Jumlah tersebut belum memperhitungkan ribuan warga Palestina asal Gaza yang ditangkap dan dikategorikan secara terpisah oleh Israel sebagai "kombatan ilegal" (unlawful combatants).

Sumber: Aljazeera