Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini, dibuat pada 18 Juni 2025. REUTERS
JAKARTA - Pakistan berharap akan menjadi tuan rumah putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat tertunda pekan depan, guna mengakhiri perang di antara kedua negara yang bertikai tersebut.
Dua sumber pemerintah Pakistan yang mengetahui proses mediasi tersebut kepada Anadolu pada Rabu, mengatakan bahwa Islamabad menyampaikan harapan bahwa AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan awal sebelum kunjungan Presiden Donald Trump ke China yang dijadwalkan pada 14-15 Mei.
"Mempertimbangkan perkembangan terbaru, Pakistan berharap perundingan antara kedua pihak akan dapat dilanjutkan pekan depan untuk mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan atas konflik di Timur Tengah," kata salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya.
Sumber itu merujuk pada penghentian sementara apa yang disebut Washington sebagai `Operation Freedom`, serta pembebasan kapal Iran yang sebelumnya disita beserta awaknya pekan ini.
"Hampir 80 persen hingga 85 persen dari masalah antara kedua pihak telah diselesaikan, tetapi isu inti terkait program nuklir masih menjadi hambatan utama," tambah sumber tersebut.
Sebelumnya, AS menolak usulan Iran untuk menunda pembahasan program nuklir sambil memasukkan isu Selat Hormuz dalam perundingan.
Namun, Washington bersikeras agar program nuklir tetap menjadi bagian dari pembicaraan menuju gencatan senjata permanen.
Sumber: Anadolu