• Oase

Inilah Doa yang Dibaca saat Sa`i di Antara Shafa dan Marwa

M. Habib Saifullah | Kamis, 07/05/2026 03:01 WIB
Inilah Doa yang Dibaca saat Sa`i di Antara Shafa dan Marwa Umat ​​Muslim berkumpul di puncak bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Rahmat, di Dataran Arafat, selama ibadah haji tahunan, dekat kota suci Mekkah, Arab Saudi (FOTO: AFP)

JAKARTA - Sa’i merupakan salah satu rukun penting dalam rangkaian ibadah Haji maupun Umrah.

Prosesi berjalan kaki sebanyak tujuh kali putaran antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bentuk napak tilas perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk putranya, Ismail AS.

Dalam pelaksanaannya, memanjatkan doa menjadi inti dari kekhusyukan prosesi tersebut.

Di antara riwayat, terdapat amalan yang dibaca oleh para sahabat Nabi SAW ketika berada di antara Shafa dan Marwa.

Melansir laman MUI, diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika beliau turun dari Shafa dan mulai berlari-lari kecil, beliau membaca doa:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia.” (HR Baihaqi)

Dalam riwayat lain, dari Abu Ishaq rahimahullah, beliau berkata bahwa ia mendengar Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma mengucapkan doa yang sama di antara Shafa dan Marwa.

Jadi selain diamalkan oleh Abdullah bin Mas’ud, doa ini juga diamalkan oleh Abdullah bin Umar. Lalu terkait riwayat ini, selain diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra, juga dapat ditemukan dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah dan dalam kitab Ad-Du’a karya ath-Thabrani.

Doa ini mencakup dua kebutuhan utama seorang hamba. Pertama, ampunan (maghfirah), karena manusia tak pernah luput dari dosa. Kedua, rahmat (rahmah), karena tanpa kasih sayang Allah, amal sebesar apa pun tidak akan bernilai.

Kemudian ditutup dengan pujian dengan menyebut dua nama Allah yang agung. Al-‘Aziz (Maha Perkasa), menunjukkan pengakuan dan penegasan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak untuk mengampuni atau menghukum. Al-Akram (Maha Mulia), menunjukkan keluasan karunia-Nya, bahwa Dia memberi tanpa batas kepada hamba-Nya.

Jika ditafsirkan, seolah-olah seorang hamba berkata dalam doa tersebut: “Ya Allah, aku penuh dosa, tetapi Engkau Maha Kuasa mengampuni, dan Engkau Maha Mulia dalam memberi. Maka jangan Engkau tolak permohonanku.”

Doa dalam sa’i ini mengajarkan arti tentang menghadirkan hati yang bergantung penuh kepada Allah. Sebagaimana diketahui, dalam sejarah peradaban yang melatarbelakangi diwajibkannya sa’i ini adalah tentang Sayyidah Hajar, ibunda Nabi Ismail ‘alaihissalam, yang berlari antara dua bukit bukan karena putus asa, tetapi karena keyakinan penuh kepada Allah. Pasti akan ada jalan keluar di tengah segala kesulitan hidup.

Oleh karena itu, ketika kaki melangkah di antara Shafa dan Marwa, jangan biarkan lisan diam dan kosong. Isilah dengan doa yang diamalkan oleh para sahabat di atas.