Ilustrasi Impor (Istimewa)
JAKARTA - Nilai impor Indonesia dilaporkan mencapai USD19,21 miliar pada Maret 2026. Angka ini tumbuh sebesar 1,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono, menjelaskan adanya dinamika pada golongan penggunaan barang.
Meskipun impor barang konsumsi mengalami penurunan, permintaan bahan baku dan barang modal justru menunjukkan tren positif.
"Kondisi Maret 2026 menunjukkan penurunan impor barang konsumsi secara tahunan sebesar 10,81 persen (yoy). Impor bahan baku/penolong sebagai pendorong utama naik 2,15 persen dengan andil 1,53 persen. Nilai impor barang modal naik 4,98 persen," ungkap Ateng, Senin (4/5/2026).
Hingga akhir Maret 2026, total nilai impor Indonesia secara kumulatif mencapai USD61,30 miliar. Angka ini meningkat 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara rinci, impor sektor minyak dan gas (migas) tercatat sebesar USD3,17 miliar atau naik 1,34 persen (yoy).
Sementara itu, sektor nonmigas memberikan kontribusi terbesar dengan nilai USD16,04 miliar, tumbuh 1,54 persen (yoy) dengan andil terhadap total impor tahunan sebesar 1,29 persen.