Indonesia cetak rekor dengan surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020
Hingga akhir Maret 2026, total nilai impor Indonesia secara kumulatif mencapai USD61,30 miliar
Ekspor migas tercatat sebesar USD1,28 miliar atau mengalami penurunan sebesar 11,84 persen
Yang melakukan perangkingan itu BPS. Bukan pendamping, bukan Kepala desa, bukan bupati, bukan wali kota, bukan menteri sosial
Komoditas dengan bobot konsumsi tinggi akan memberikan pengaruh besar terhadap inflasi apabila terjadi kenaikan harga
Bulan Januari 2026 nilai ekspor mencapai USD22,16 miliar atau naik 3,39 persen jika dibandingkan bulan Januari 2025
Nilai surplus ini terjadi selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020
BPS mencatat harga rata-rata nasional untuk komoditas cabai rawit mengalami peningkatan sebesar 9,82 persen menjadi Rp63.138 per kilogram
Seluruh lapangan usaha tumbuh positif yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, kecuali pertambangan
Sepanjang 2025 ekonomi Indonesia berdasarkan PDB, atas harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas harga konstan Rp13.580,5 triliun
Jumlah kunjungan wisman pada Desember 2025 melalui pintu masuk utama sebanyak 1.122.993 kunjungan
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dengan China dan Amerika Serikat
Untuk ekspor migas mencapai US$ 13,07 miliar, turun 17,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 15,88 miliar
Sepanjang Januari hingga November 2025, total kunjungan wisman menjadi 13,98 juta kunjungan
Neraca Perdagangan Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) surplus sebesar USD2,66 miliar
Nilai ekspor kumulatif ini naik 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu
Impor migas senilai USD29,42 miliar atau turun 10,81 persen
Kenaikan harga ini terjadi di 102 kabupaten/kota, di mana harga tertinggi mencapai Rp60.000 per liter dan terendah Rp15.500 per liter
Jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui pintu utama mencapai 1,219 juta kunjungan