Derek gantry di dekat kontainer pengiriman di Pelabuhan Yangshan di luar Shanghai, China, 7 Februari 2025. REUTERS
JAKARTA - China, Jumat (1/5), memperluas kebijakan bebas tarif untuk semua negara Afrika yang menjalin hubungan diplomatik dengannya, sebuah langkah yang bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan mendukung pembangunan industri di seluruh benua, menurut media pemerintah.
Berdasarkan kebijakan baru itu, tarif telah dihapus untuk impor dari 53 negara Afrika, termasuk negara-negara berkembang seperti Kenya, Mesir, dan Nigeria, menurut laporan Xinhua News.
Inisiatif itu dibangun atas langkah-langkah sebelumnya yang memberikan pembebasan tarif penuh kepada 33 negara kurang berkembang di benua tersebut.
Pengiriman pertama yang mendapat manfaat dari kebijakan yang diperluas itu, 24 ton apel dari Afrika Selatan telah melewati bea cukai di Shenzhen pada Jumat (1/5), menandai awal simbolis untuk akses pasar yang lebih luas bagi barang-barang Afrika.
Otoritas perdagangan China mengatakan langkah itu akan memberikan ekspor Afrika mulai dari kakao dan kopi hingga jeruk dan anggur keunggulan kompetitif di pasar China, di mana produk-produk tersebut sebelumnya menghadapi tarif mulai dari 8 hingga 30 persen.
Para pejabat juga memperkirakan kebijakan itu akan mendorong investasi di industri pengolahan Afrika, membantu menggeser perekonomian di luar ekspor bahan mentah.
China tetap menjadi mitra dagang terbesar Afrika, dengan perdagangan China-Afrika mencapai rekor tertinggi sebesar 348 miliar dolar AS (Rp6.032 triliun) pada 2025.
Dari total tersebut, impor China dari Afrika mencapai 123 miliar dolar AS (Rp2.132 triliun), meningkat 5,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pengecualian tarif baru itu sejalan dengan upaya China yang lebih luas untuk memperdalam keterbukaan ekonomi.
Dalam kerangka Rencana Lima Tahun ke-15, Beijing bertujuan untuk lebih membuka pasarnya sambil membangun lingkungan bisnis yang transparan, stabil, dan dapat diprediksi.
Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan cakupan kerja sama perdagangan dan investasi hingga tahun 2030.
Sumber: Anadolu