Ilustrasi seseorang sedang berdoa (Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan)
JAKARTA - Sebagai salah satu bulan yang disucikan (asyhurul hurum), bulan Muharram menyimpan banyak keutamaan dan pintu pahala bagi umat Muslim.
Memasuki awal tahun baru Hijriah ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk menghidupkan hari-hari mulia tersebut dengan berbagai ladang ibadah.
Melansir dari berbagai sumber berikut ini delapan amalan sunnah di bulan Muharram yang dapat diamalkan untuk mempertebal timbangan pahala kita:
1. Menunaikan Puasa Sunnah Tasu’a dan Asyura
Puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah ibadah puasa di bulan Ramadan.
Secara khusus, umat Muslim sangat dianjurkan menunaikan Puasa Tasu`a pada tanggal 9 Muharram dan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Keutamaan Puasa Asyura bahkan disebut dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu.
2. Memperbanyak Puasa
Selain dua hari utama tersebut, umat Islam juga disunnahkan untuk memperbanyak puasa mutlak sepanjang bulan Muharram.
Anda bisa mengombinasikannya dengan rutinitas puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah) untuk memaksimalkan momentum bulan suci ini.
3. Memperbanyak Sedekah
Bulan Muharram adalah waktu yang sangat baik untuk mengasah kepekaan sosial. Bersedekah di bulan ini, terutama pada hari Asyura, memiliki nilai kekhususan tersendiri.
Mengeluarkan sebagian rezeki untuk membantu fakir miskin dan mereka yang membutuhkan akan mendatangkan keberkahan yang berlipat ganda.
4. Menyantuni Anak Yatim
Menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak yatim menjadi amalan yang sangat ditekankan di bulan Muharram, bahkan hari Asyura sering disebut secara kultural sebagai "Lebaran Anak Yatim".
Mengusap kepala mereka, memberikan santunan, serta mencukupi kebutuhan mereka menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW di surga kelak.
5. Meluaskan Nafkah untuk Keluarga
Bagi para kepala keluarga, bulan Muharram—khususnya pada hari Asyura—adalah momen yang tepat untuk menyenangkan hati istri dan anak-anak.
Ulama menyebutkan bahwa melapangkan nafkah atau memberikan hidangan yang lebih baik dari biasanya untuk keluarga pada hari tersebut akan menjadi jalan pembuka kelapangan rezeki selama setahun penuh.
6. Memperbanyak Zikir dan Doa
Mengawali tahun baru Islam dengan lisan yang basah oleh zikir adalah pilihan yang bijak. Membaca tasbih, tahmid, tahlil, istighfar, serta selawat nabi secara intensif dapat membersihkan hati sekaligus menjadi sarana introspeksi diri (muhasabah) atas lembaran amal di tahun yang lalu.
7. Melakukan Silaturahmi
Menyambung kembali tali silaturahmi yang sempat renggang atau mempererat hubungan yang sudah ada sangat dianjurkan di bulan ini.
Mengunjungi orang tua, sanak saudara, kerabat, hingga guru tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga dipercaya dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
8. Membaca Surat Al-Ikhlas Ribuan Kali
Dalam beberapa kitab rujukan amalan praktis keagamaan, para ulama juga menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak membaca Surat Al-Ikhlas pada hari Asyura.
Mengulang-ulang surat yang berisi ketauhidan murni ini menjadi bukti kecintaan seorang hamba kepada pencipta-Nya dan mendatangkan limpahan rahmat.