Tentara Israel berjaga-jaga saat petugas medis Palestina membantu seorang pria yang dilaporkan diserang dengan semprotan merica oleh pemukim Yahudi (Foto: AFP)
JAKARTA - Seorang pemuda Palestina tewas ditembak pasukan pendudukan Israel pada Sabtu (18/4/2026) pagi di Khirbet Salama, sebelah barat Dura, barat daya Hebron.
Sumber keamanan dan lokal melaporkan bahwa pasukan Israel menembak mati Mohammed Ahmad Abu Ghaliyeh Al-Suwaiti yang berusia 25 tahun di Khirbet Salama.
Melansir Arabnews, pihak Israel mengklaim pemuda tersebut mencoba mendekati pemukiman Negohot, yang dibangun di atas tanah dan properti Palestina di wilayah tersebut. Al-Suwaiti dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sumber tersebut menambahkan bahwa setelah penembakan, pasukan Israel menahan jenazah korban dan membawanya pergi dari lokasi kejadian.
Khirbet Salama terletak di sebelah barat Dura, Kegubernuran Hebron, di Tepi Barat bagian selatan. Wilayah ini merupakan salah satu desa yang diduduki Israel sejak perang tahun 1967.
Masih pada hari Sabtu, pasukan Israel juga menahan seorang pemuda Palestina dari desa Beit Dajan, sebelah utara Nablus.
Sumber keamanan Palestina menyebutkan bahwa pasukan Israel menahan Khader Ibrahim Abu Salameh setelah memukulinya dengan kejam di pintu masuk desa sebelum membawanya ke dalam tahanan.
Sementara itu, serangan pemukim Israel di desa Ein Sinya, sebelah utara Ramallah, mengakibatkan satu warga Palestina terluka.
Menurut laporan sumber setempat, sekelompok pemukim menyerang beberapa rumah warga dengan lemparan batu dan melakukan kekerasan fisik terhadap penghuninya.
Akibat serangan tersebut, seorang pemuda terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Desa Ein Sinya tercatat sering menjadi sasaran serangan berulang oleh pemukim Israel, mulai dari penggerebekan di sekitar rumah hingga kekerasan fisik terhadap warga sipil.
Berdasarkan data dari Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman (CWRC), tentara dan pemukim Israel telah melakukan 1.819 serangan sepanjang bulan Maret lalu.
Angka ini mencerminkan pola kekerasan sistematis yang terus berlanjut terhadap rakyat, tanah, dan properti Palestina.
Komisi tersebut merinci bahwa dari total serangan tersebut, 1.322 dilakukan oleh pasukan resmi Israel, sementara 497 serangan lainnya dilakukan oleh kelompok pemukim. Insiden kekerasan ini terkonsentrasi di wilayah Kegubernuran Hebron, Nablus, Ramallah, Al-Bireh, hingga Yerusalem.