TK Aisyah Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota setelah program revitalisasi 2025 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Foto: Humas Kemendikdasmen)
SUMATRA - Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti para kepala sekolah saat peresmian 33 satuan pendidikan hasil program revitalisasi tahun 2025 di Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Bangunan sekolah yang sebelumnya dalam kondisi rusak bahkan menumpang, kini telah berdiri kokoh dengan fasilitas lengkap serta sanitasi yang memadai.
Salah satu kisah dampak positif revitalisasi disampaikan oleh Kepala SDN 11 Bukit Aput Puhun, Kota Bukittinggi, Elmiyanti.
Ia mengungkapkan bahwa sejak berdiri puluhan tahun lalu, sekolah tersebut belum pernah mendapatkan bantuan renovasi. Baru pada tahun 2025, melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, sekolahnya memperoleh perbaikan yang memberikan dampak signifikan terhadap proses belajar mengajar.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen, kini sekolah kami sudah bebas dari banjir. Semoga hasil revitalisasi ini membawa semangat baru bagi sekolah kami untuk dapat memberikan layanan pendidikan yang jauh lebih baik ke depannya, khususnya untuk anak-anak di Kota Bukittinggi," ujar Elmiyanti pada Sabtu (18/4).
Selanjutnya, Kepala SDN 66 Payakumbuh, Bayu Prayitno, juga turut mengungkapkan dampak positif program revitalisasi.
Ia menuturkan bahwa sebelum adanya revitalisasi seluruh murid di sekolahnya sangat susah payah untuk mengakses toilet. Beberapa di antara mereka bahkan harus menahan buang air hingga sampai pulang ke rumah.
"Puji syukur tahun 2025 sekolah kami terpilih mendapatkan program revitalisasi ini. Sekolah kami menerima menu revitalisasi satu toilet dan satu ruang UKS. Pascarevitalisasi, anak-anak sangat senang, mereka dapat bergantian menggunakan toilet tersebut dan kami tambahkan juga untuk fasilitas wudhu," ujar Bayu.
Senada dengan dua kepala sekolah di atas, Kepala SMA Negeri 2 Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Arjus Putra, juga merasa sangat bersyukur sekolahnya mendapatkan menu satu ruang guru dan satu ruang kelas pada revitalisasi tahun 2025.
Sebelum revitalisasi, ia mengatakan bahwa para guru harus menggunakan ruang perpustakaan dan sebagian kelas sebagai ruang kantor.
Pascarevitalisasi, Arjus menuturkan para guru kini sudah memiliki ruang tersendiri dan perpustakaan juga telah berfungsi sepenuhnya sebagai tempat baca para murid.
Ia berharap, revitalisasi terus berlanjut di tahun berikutnya, sehingga sekolahnya kembali mendapatkan bantuan revitalisasi untuk tambahan ruang kelas.
"Sekolah kami terletak di perbatasan antara Sumatra Barat dan Riau. Sebagai sekolah yang berada di pelosok, kami merasa senang pemerintah telah memberi perhatian melalui program revitalisasi," terang Arjus.
Terakhir, cerita akan dampak revitalisasi Kepala TK Aisyah Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Nurmis Madiati. Selama enam belas tahun sekolahnya menumpang di Pondok Pesantren Al Kautsar dengan segala keterbatasan fasilitas.
Kini, ia sangat bersyukur sekolahnya telah berdiri dengan megah berikut status kepemilikan yang jelas.
"Belasan tahun kami menunggu untuk mendapatkan revitalisasi ini. Terima kasih Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Abdul Mu’ti, sekarang sekolah kami menjadi sangat bagus berikut dengan toilet, ruang guru, ruang kelas, beserta fasilitas bermain anak-anak," kata Nurmis.
Dengan segala fasilitas yang sudah bagus, Nurmis berharap sekolahnya dapat mewadahi antusiasme tinggi masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di TK Aisyah Sarilamak.
"Sejak pertama kali gedung ini digunakan, para murid dan orang tua sangat senang. Revitalisasi membuat mereka sangat bersemangat untuk ke sekolah, bermain, belajar, dan berinteraksi bersama rekan-rekannya," ucap Nurmis.