Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat melakukan kunjungan ke Palembang (Foto: Humas Kemendikdasmen)
PALEMBANG - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menekankan bahwa bahasa Indonesia berfungsi strategis, bukan hanya sebagai simbol jati diri bangsa, tetapi juga sebagai alat pemersatu serta sarana pengembangan ilmu pengetahuan.
“Bahasa Indonesia bukan hanya identitas, tetapi juga perekat bangsa. Ke depan, bahasa Indonesia harus terus dikembangkan dan ditopang oleh kemajuan ilmu pengetahuan,” ujar Atip di Palembang, pada Rabu (15/4).
Ia menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami isi bacaan. Menurutnya, masih banyak peserta didik yang membaca tanpa benar-benar memahami makna teks yang dibaca.
“Banyak yang membaca, tetapi tidak memahami. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia perlu dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami oleh siswa.
Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 200 siswa SMP dari Kabupaten Ogan Ilir yang mendapatkan pelatihan membaca cepat.
Selanjutnya, para guru pendamping juga diberikan pembekalan untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia dalam mendampingi siswa.
“Setelah kegiatan ini, akan dilakukan evaluasi dalam dua bulan untuk melihat perkembangan kemampuan literasi siswa dan menentukan langkah tindak lanjut,” jelasnya.
Selain itu, Balai Bahasa juga melaksanakan kegiatan serupa untuk 200 siswa SD dalam kemampuan mengulas buku, serta 200 siswa SMA di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam membaca kritis.
Dalam sesi dialog, para guru menyampaikan berbagai tantangan di lapangan, seperti keterbatasan listrik, akses internet, serta sarana pembelajaran di daerah terpencil.
Menanggapi hal tersebut, Wamendikdasmen menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya mengatasi kesenjangan pendidikan melalui program digitalisasi dan penyediaan perangkat pembelajaran, serta menegaskan bahwa berbagai upaya tersebut sejalan dengan arahan Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong revitalisasi pendidikan dan percepatan digitalisasi di satuan pendidikan.
Ia juga mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran literasi, termasuk membiasakan siswa membaca dengan tujuan, memahami teks, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan maupun tulisan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas literasi dan kemahiran berbahasa Indonesia bagi siswa dan pendidik di Sumatera Selatan.