• Info MPR

Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 17/04/2026 17:49 WIB
Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam Seminar Nasional Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan tema: Inspirasi Perempuan dalam Memajukan Pendidikan di Indonesia (Foto: MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Lestari Moerdijat, mengatakan bahwa guru perempuan berperan penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa, terutama melalui pembentukan karakter generasi penerus.

"Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat bukan semata dilihat dari pembangunan fisik, lebih dari itu harus mampu membangun manusianya. Peran guru perempuan sangat penting dalam membentuk generasi penerus berdaya saing dan berkarakter kuat," kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4). 

Pernyataan itu ditegaskan Lestari saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan tema: Inspirasi Perempuan dalam Memajukan Pendidikan di Indonesia, di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/4). 

Hadir pada acara tersebut adalah Biro Pemberdayaan Perempuan PGRI dan pengurus Perempuan PGRI tingkat Pengurus Besar, provinsi/daerah istimewa, serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menurut Lestari, perempuan secara alami memiliki sifat belas kasih (compassion) yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan sangat penting dalam membentuk karakter anak bangsa. 

Di lingkungan pendidikan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, kehadiran aktif guru perempuan dalam pembentukan karakter peserta didik saat ini sangat dibutuhkan. 

Apalagi, tambah Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI, saat ini anak dan remaja di Indonesia menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam menjalani keseharian mereka. 

Data awal 2026 dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan sekitar 5% anak dan remaja mengalami gejala gangguan jiwa, dengan lebih dari 300.000 pelajar terdeteksi mengalami depresi.

Disrupsi yang terjadi di sejumlah sektor kehidupan dan perubahan nilai yang terjadi pada keseharian, menurut Rerie, membutuhkan langkah antisipasi dalam bentuk penguatan mental dan karakter setiap anak bangsa. 

Peran guru perempuan, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, merupakan urat nadi dan jantung dalam proses pembentukan karakter anak bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. 

"Peran para guru, terutama guru perempuan, saat ini sejatinya tidak sekadar  mendidik, tetapi membentuk arah bangsa di masa depan," pungkas Rerie.