Peta yang menunjukkan Selat Hormuz terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), menyebut ada 14 kapal yang dilaporkan mengubah haluan sebagai bentuk kepatuhan terhadap blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung di perairan Iran.
"Pasukan AS bersikap fokus, waspada, dan sangat termotivasi saat melaksanakan blokade terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Setelah 72 jam dilakukan blokade, 14 kapal telah berbalik arah untuk patuh terhadap pemblokiran atas arahan pasukan Amerika," kata CENTCOM melalui platform X.
Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa alih-alih memblokade Selat Hormuz, Angkatan Laut AS fokus pada penegakan blokade garis pantai dan pelabuhan Iran.
Caine mengatakan aksi Angkatan Laut AS tersebut akan mencakup wilayah perairan teritorial Republik Islam Iran dan perairan internasional di wilayah tanggung jawab lainnya, seperti Samudra Pasifik.
Kapal-kapal yang beroperasi di bawah Komando Indo-Pasifik AS, lanjut Caine, akan mengejar kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran, termasuk kapal-kapal armada gelap dengan muatan minyak Iran.
Pada akhir Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.
Kemudian, pada akhir pekan lalu, Sabtu (11/4), Iran dan AS melakukan pembicaraan di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran untuk gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, sehari kemudian, Minggu (12/4), Wakil Presiden AS J. D. Vance mengatakan Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan selama negosiasi. Trump lalu mengumumkan blokade terhadap semua kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran pada kedua sisi Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti