• Gaya Hidup

Begini Sejarah Singkat Hari Kebesaran yang Diperingati Tiap 15 Agustus

M. Habib Saifullah | Jum'at, 15/08/2025 04:01 WIB
Begini Sejarah Singkat Hari Kebesaran yang Diperingati Tiap 15 Agustus Ilustrasi Hari Kebesaran Sedunia atau World Greatness Day (Foto: Dayoftheyear)

JAKARTA - Setiap tanggal 15 Agustus, dunia merayakan sebuah hari yang tidak begitu dikenal oleh banyak orang World Greatness Day.

Hari ini bukanlah peringatan kebebasan atau ulang tahun kenegaraan, melainkan sebuah momen reflektif yang dirancang untuk merayakan kebesaran dalam segala bentuknya, dari manusia hingga benda yang memberi arti dalam hidup kita.

Inilah saatnya kita berhenti sejenak untuk menghargai orang-orang dan peristiwa yang membawa inspirasi dan perubahan, bahkan dalam skala kecil.

Hari Kebesaran Dunia ini didirikan oleh Profesor Patrick Businge pada Oktober 2019 sebagai hasil dari perhatiannya terhadap ketidakadilan ketika kebesaran seseorang baru dihargai setelah mereka tiada.

Ia menciptakan hari spesial ini sebagai bentuk penguatan bagi mereka yang selama ini menjadi penggerak perubahan tanpa pernah dianggap pahlawan.

Melalui deklarasi resmi di National Day Archives, World Greatness Day mulai dirayakan setiap 15 Agustus, dan sejak itu dikenal sebagai ajakan terbuka bagi dunia untuk saling menghargai dan memberi apresiasi bukan hanya kepada figur-figur persahajaan atau selebritas, tapi kepada siapa saja yang membawa cahaya positif di sekitar kita.

Tak hanya menyentuh perihal eksternal, Businge pun menekankan pentingnya kebesaran diri sendiri. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi unik yang bisa memengaruhi lingkungannya, asalkan dibangkitkan dan dihargai.

Peringatan Hari Kebesaran Sedunia ingin mengingatkan semua orang bahwa kehebatan bukan tentang penghargaan atau rekor besar. Kehebatan terletak pada tindakan yang sering orang-orang abaikan, seperti mendengarkan, hadir, atau memilih kejujuran saat sulit.

Businge percaya bahwa setiap orang mampu mencapai kehebatan dan penting untuk membangun kepercayaan diri dan harga diri agar dapat berbagi kehebatan itu dengan orang-orang di seluruh dunia.

Businge berharap lebih banyak orang yang memanfaatkan perayaan ini untuk merenungkan kekuatan mereka sendiri dan membantu orang lain mengenali kekuatan mereka juga. Perubahan kecil ini dapat mengubah cara setiap orang menjalani kehidupan sehari-hari.