Di tengah derasnya arus globalisasi dan pergeseran nilai dalam kehidupan berbangsa, Pancasila kembali dipertanyakan relevansinya: apakah masih hidup dalam praktik, atau sekadar jargon di ruang publik.
Anggota Badan Pengkajian MPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dengan 200 juta pemilih. Namun, demokrasi harus dijalankan berdasarkan nilai–nilai Pancasila agar tidak menyimpang
Anggota MPR RI H. Johan Rosihan, menggelar Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Rumah Aspirasi Johan Rosihan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu malam (1/6/2025). Acara ini dirangkaikan dengan pentas seni budaya dan diskusi kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Siti Fauziah membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025. Hari Lahir Pancasila 1 Juni merupakan momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, pengamalan nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan sejak dini dengan didukung penguatan sikap kreatif dan nalar yang kritis dari generasi penerus bangsa.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa ada momen sejarah luarbiasa yang ditoreh para pendiri bangsa Indonesia saat menyepakati Pancasila sebagai dasar negara, yakni kebersamaan dan saling berkorban untuk mencapai tujuan pembentukan negara Republik Indonesia.
Anies mengakatan, saat ini Indonesia berada dalam era revolusi industri 4.0 yang mana digitalisasi semakin masif, beberapa sektor pun sudah menjalankan proses pekerjaannya dengan berbasis digital seperti sektor pemerintahan dan pendidikan.