Perkembangan M2 pada Februari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat (Pempus) dan penyaluran kredit
Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,4 persen (yoy)
Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,3% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 7,7% yoy
Peningkatan M2 pada September 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, serta tagihan bersih kepada pemerintah pusat
Ramdan menjelaskan perkembangan M2 pada Mei 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih
Posisi M2 tercatat sebesar Rp9.436,4 triliun atau tumbuh sebesar 6,1% (yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,2 persen
Erwin menjelaskan perkembangan M2 pada Juni 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih
Angka ini tumbuh 5,4% secara year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang 3,5% (yoy)
Meningkat, Uang Beredar Capai Rp8.440 Triliun pada September
Perkembangan M2 pada April 2023 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan pertumbuhan M2 pada Desember 2021 dipengaruhi oleh ekspansi keuangan pemerintah dan penyaluran kredit.
Pertumbuhan M2 pada September 2021 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit yang tumbuh dua persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar satu persen (yoy).
Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, peningkatan M2 pada Juni 2021 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan aktiva luar negeri bersih dan peningkatan penyaluran kredit.
Pertumbuhan kredit terkontraksi 4,0 persen, lebih dalam dari kontraksi 2,3 persen pada Februari
Faktor yang memengaruhi hal tersebut adalah perlambatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat