Presiden Irak Nizar Amidi menegaskan bahwa Baghdad tidak akan menerima wilayahnya dijadikan sebagai basis peluncuran serangan terhadap negara lain.
Pasukan PMF Irak menyatakan sedikitnya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi