Arsip foto - Petugas darurat memadamkan api di sebuah gedung apartemen yang rusak akibat serangan pesawat tak berawak Rusia, di Kyiv, Ukraina, 7 September 2025. (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Pemboman intensif yang dilancarkan militer Rusia menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan warga lainnya di ibu kota Ukraina serta wilayah sekitarnya pada Kamis (20/8) dini hari, menurut laporan otoritas setempat.
Kedua negara kian meningkatkan serangan jarak jauh dalam beberapa bulan terakhir, yang terus mendongkrak angka kematian warga sipil di kedua belah pihak dalam perang yang telah berlangsung selama empat setengah tahun tersebut.
Serangan rudal masif di Kyiv menghantam area pemukiman warga serta kompleks pergudangan, tulis Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melalui akun Telegram miliknya.
Administrasi Militer Kota Kyiv menambahkan bahwa sebuah fasilitas medis dan lembaga pendidikan turut mengalami kerusakan akibat hantaman tersebut.
Klitschko kemudian mengonfirmasi bahwa korban tewas di ibu kota telah melonjak menjadi 12 orang, sementara 33 orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan terpisah di distrik Brovary, wilayah luar Kyiv, juga menewaskan seorang pria dan melukai satu orang lainnya, ungkap Gubernur Wilayah Kyiv Tymur Tkachenko. Belum dapat dipastikan apakah korban tewas tersebut telah terhitung dalam total data yang dirilis Klitschko.
"Satu fasilitas industri mengalami kerusakan. Seluruh petugas layanan darurat telah berada di lokasi untuk memadamkan kobaran api," tambah Tkachenko.
Angkatan Udara Ukraina sebelumnya melayangkan peringatan mengenai pergerakan rudal "Kalibr" milik Rusia di sekitar desa Kagarlyk di wilayah Kyiv yang mengarah langsung ke ibu kota.
Eskalasi serangan ini turut memicu respons siaga dari negara-negara tetangga anggota NATO.
Komando Militer Polandia mengonfirmasi telah memobilisasi jet tempur serta mengaktifkan sistem pertahanan udara guna melindungi wilayah udaranya, khususnya di area yang berbatasan langsung dengan Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rumania menyatakan sistem radarnya mendeteksi adanya target udara di dekat perbatasan Ukraina sepanjang malam. Hal tersebut mendorong pengerahan dua jet tempur Spanyol yang bertugas dalam misi NATO serta satu helikopter Angkatan Udara Rumania.
Kementerian menyebutkan sebuah drone sempat memasuki wilayah udara Rumania di dekat Galati sebelum akhirnya jatuh di kawasan tidak berpenghuni di wilayah Tulcea.
Di sisi lain, Rusia juga melaporkan adanya serangan drone skala besar dari pihak Ukraina.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengklaim sebanyak 250 drone terbang menuju wilayah Moskow antara Rabu malam hingga Kamis pagi, di mana sebagian besar berhasil dihancurkan pada jarak yang cukup jauh dari ibu kota.
"Sebanyak 28 drone berhasil dilumpuhkan di wilayah Moskow," ujar Sobyanin.
Di saat Kyiv terus menghadapi gempuran hampir setiap malam, Ukraina juga kian menghebatkan serangan balasan ke wilayah Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Langkah tersebut ditempuh salah satunya untuk menekan Moskow agar bersedia duduk di meja perundingan guna mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut.