Terkait wartawan Tempo yang masih mengangkat soal S2 dirinya yang terlebih dahulu dia peroleh dan baru kemudian mendapat S1, dengan menghilangkan riwayat pendidikan sarjana muda dirinya, Bamsoet menerangkan, berita itu tidak utuh dan bersifat insinuatif.
Iskan Qolba Lubis juga menyampaikan setelah melihat rekaman video rapat paripurna tersebut teradu baru menyadari bahwa yang disampaikan dalam rapat terlalu keras. Teradu Iskan juga melakukan permohonan maaf secara terbuka.