Ketika kita bicara tentang kesenian lokal, sesungguhnya kita sedang bicara bagaimana kita menjaga warisan, dan lebih dari itu adalah upaya merawat kesadaran kebangsaan
Kebijakan pendidikan yang baik, tidak cukup hanya diumumkan. Yang menentukan adalah apakah ia konsisten dijalankan, dievaluasi, dan diperbaiki dari waktu ke waktu
Langkah bijak memilih literatur Islam yang tepat sesuai kebutuhan.
Mengenal Al Majmu karya magnum opus Imam An Nawawi.
Mengenal Fathul Qarib rujukan ilmu fikih populer santri Indonesia.
Inilah rahasia keagungan kitab Riyadhus Shalihin yang mendunia hingga kini.
Pertumbuhan kawasan pemukiman di sekitar stasiun yang menjadikan kawasan Citeras sebagai daya tarik utama bagi para pengembang perumahan berbasis transit.
Mengenal ciri wali Allah sebenarnya agar terhindar dari kesesatan.
Memahami hakikat niat beramal agar ibadah diterima dan bermanfaat.
menjadi keharusan dan kewajiban pemerintah, tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga pemerintah pusat, untuk memperbaiki sekolah-sekolah kita, terutama SMA dan SMK
Sejumlah langkah nyata harus segera dilakukan agar gerakan literasi nasional tidak terhenti
Ruang belajar masjid tingkatkan literasi umat sesuai regulasi pemerintah.
Edukasi syariat berbasis masjid tingkatkan pemahaman agama umat Islam
Menguasai Teknologi dan Bisnis Digital Demi Kejayaan Generasi Muda Islam
Pemanfaatan secara maksimal sumber daya literasi yang ada harus segera direalisasikan dan mampu ikut mendorong minat baca masyarakat,
Demokrasi yang berkualitas membutuhkan masyarakat yang memiliki kemampuan literasi yang baik.
Hal tersebut disampaikan Fauzi saat memimpin agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 19 Juni 2026.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan pentingnya peningkatan peran daerah dalam kolaborasi multi pihak untuk membangun kecakapan literasi dan pengembangan budaya baca di tanah air
Menurut Lestari, kolaborasi multi-pihak untuk meningkatkan literasi nasional mendesak untuk direalisasikan
Deputi Persidangan DPR RI, Suprihartini menegaskan pentingnya literasi digital sebagai upaya pencegahan penyebaran radikalisme dan ekstremisme di ruang siber