ASDP masih menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal berdasarkan kondisi cuaca dan kesiapan pelabuhan.
Berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, BUMN sektor transportasi, serta tim teknis dari kementerian terkait telah dilibatkan untuk menyiapkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
Masyarakat di pulau terluar itu sudah mengalami permasalahan transportasi laut selama sekitar satu bulan
Enggano memiliki dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Malakoni dan Pelabuhan Penyeberangan Kahyapu, dan satu bandara yaitu Bandara Enggano.
Keberadaan bahasa Enggano di Bengkulu mengalami kemunduran. Padahal bahasa ini dituturkan oleh sekitar 1.500 masyarakat suku Enggano, yang mendiami sebuah pulau kecil yang berjarak sekitar 156 km dari Ibukota Provinsi Bengkulu.