Menurut Ibas, merawat sejarah bukan sekadar mengingat nama tokoh atau peristiwa masa lalu. Sejarah harus menjadi jejak sekaligus kompas bagi generasi hari ini dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan.
Hindun menegaskan bahwa pembahasan mengenai desentralisasi asimetris menjadi penting karena Indonesia memiliki keragaman kondisi geografis, sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang membutuhkan pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang tidak selalu seragam