
Inggris umumkan 14 sanksi baru terhadap Rusia meliputi perorangan dan organisasi media. Foto: Reuters
LONDON - Inggris memberikan sanksi kepada para pemimpin senior kelompok militan Palestina Hamas dan pemodalnya pada Selasa sebagai tanggapan atas serangan kelompok tersebut terhadap Israel bulan lalu.
Sanksi tersebut dikoordinasikan dengan tindakan serupa di Amerika Serikat.
“Kami akan terus menggunakan segala cara yang kami miliki untuk mengganggu aktivitas menjijikkan organisasi teroris ini, bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu kami lainnya, mempersulit mereka untuk beroperasi dan mengisolasi mereka di panggung dunia,” ujar Menteri Pertahanan Inggris yang baru. Menteri Luar Negeri yang ditunjuk David Cameron mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Pemerintah mengatakan pemimpin politik Yahya Sinwar termasuk di antara individu dari sayap politik dan militer kelompok tersebut yang menjadi sasaran sanksi baru tersebut.
Pemerintah, yang telah melarang Hamas sebagai organisasi teroris, mengatakan pihaknya telah menjatuhkan sanksi termasuk larangan perjalanan, pembekuan aset dan embargo senjata, terhadap empat pemimpin senior Hamas dan dua pemodal kelompok tersebut.
Pengumuman ini muncul setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi putaran ketiga terhadap Hamas, yang juga menargetkan para pemimpin dan pemodal.
Menteri Keuangan Amerika Janet Yellen mengatakan Amerika akan terus bekerja sama dengan mitra-mitranya, termasuk Inggris, untuk “menyangkal kemampuan Hamas mengumpulkan dan menggunakan dana untuk melakukan kekejamannya.”
Selasa, 21/04/2026