
Ilustrasi
JAKARTA - Foodbank of Indonesia (FOI) menyatakan, masih banyak anak-anak di Indonesia berangkat sekolah dengan perut kosong. Di samping itu, tak sedikit kalangan lanjut usia (lansia) yang mengalami malnutrisi
Menurut pendiri FOI, Hendro Utomo, survei FOI pada 2022 menyebutkan 27 persen anak ke sekolah dengan perut kosong, dan angka kelaparan tersebut mencapai 40-50 persen di daerah padat perkotaan. Sementara itu sekitar 59,2 persen lansia berisiko mengalami malnutrisi.
Terkait hal itu, FOI terus meningkatkan akses pangan bergizi bagi masyarakat, dari anak-anak hingga lansia. Sebanyak 8.412 relawan dikerahkan untuk melaksanakan program tersebut.
“Lebih dari delapan ribu relawan ini sebanyak 80 persen di antaranya merupakan kaum perempuan yang berperan untuk memberikan akses pangan bergizi bagi anak-anak hingga lansia” kata Hendro dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Selasa (7/11/2023).
Melalui para relawan, FOI memberikan pendampingan dan pemberdayaan ibu-ibu serta mendorong lembaga pergerakan sekolah terkait dengan akses pangan bagi anak.
Selain itu, menggerakkan para ibu untuk mengolah makanan bagi lansia yang hidup sendiri.
Selama 2015-2022, FOI telah membantu mengolah 4.000 ton donasi pangan berlebih dari hotel, restoran, kafe, industri makanan, pasar, dan petani yang masih layak untuk diolah menjadi makanan bergizi.
“Dari gerakan tersebut mampu menjangkau 223.477 masyarakat yang merasakan manfaatnya, mulai balita, ibu-ibu, hingga lansia,” ujarnya.
Dirinya berharap, upaya nyata dilakukan FOI dengan memberdayakan kaum perempuan dapat membantu menekan stunting di Indonesia. Pemerintah menargetkan angka gizi buruk itu bisa turun mencapai 14 persen pada 2024.
Minggu, 19/04/2026