Partai Republik DPR AS Tetap Terpecah, Gagal Pecat George Santos

Yati Maulana | Kamis, 02/11/2023 22:05 WIB


Partai Republik DPR AS Kalah Suara dalam Upaya Memecat George Santos Gedung Capitol AS terlihat di Washington, AS, 15 Agustus 2023. Foto: Reuters

WASHINGTON - Pemungutan suara untuk memecat anggota parlemen dari Partai Republik George Santos dari Dewan Perwakilan Rakyat AS gagal pada Rabu ketika kurang dari dua pertiga anggota dewan mendukung resolusi tersebut, sehingga mempertahankan mayoritas tipis di Partai Republik dengan 221 berbanding 212.

Anggota parlemen New York berusia 35 tahun itu mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang menuduhnya melakukan kejahatan termasuk pencucian dana untuk membayar pengeluaran pribadinya, menerima tunjangan pengangguran secara ilegal dan menagih kartu kredit donor tanpa persetujuan mereka.

Mantan bendahara kampanye Santos mengaku bersalah pada 5 Oktober atas tuduhan konspirasi karena menggelembungkan jumlah penggalangan dana.

“Saya harus memperingatkan rekan-rekan saya bahwa pemungutan suara untuk pengusiran pada saat ini akan mengabaikan hak sistem peradilan atas proses hukum yang menjadi hak saya dan menghilangkan premis yang telah lama dipegang bahwa seseorang dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah,” kata Santos menjelang sidang. Pilih.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Pengusiran seorang anggota parlemen memerlukan pemungutan suara oleh dua pertiga anggota majelis. Hanya lima orang yang telah dikeluarkan dari DPR sepanjang sejarah negara tersebut, tiga diantaranya karena berperang melawan pemerintah AS dalam Perang Saudara.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Santos mewakili sebagian kecil Kota New York dan sebagian pinggiran timurnya. Para pengamat pemilu non-partisan mengatakan Partai Demokrat bisa saja merebut kembali kursi tersebut.

Anggota parlemen Partai Republik dari negara bagian Santos, New York, mengatakan bulan lalu bahwa mereka akan memperkenalkan resolusi untuk memecat Santos, namun langkah tersebut tertunda selama berminggu-minggu ketika DPR tidak memiliki pemimpin setelah tergulingnya Ketua Kevin McCarthy.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Partai Republik pada 25 Oktober memilih Mike Johnson, yang mengatakan dia tidak mendukung pemecatan Santos karena dituduh melakukan kejahatan, untuk menggantikan McCarthy.

Santos telah terjerat dalam kontroversi tak lama setelah memenangkan pemilu tahun lalu, ketika ia dituduh memalsukan sebagian besar biografinya saat kampanye.

“Tuan Santos adalah noda bagi lembaga ini dan tidak layak melayani konstituennya di Dewan Perwakilan Rakyat,” kata Anthony D’Esposito, salah satu anggota parlemen Partai Republik yang mendukung resolusi tersebut, di depan DPR.

Sidang Santos dijadwalkan pada 9 September 2024, tak lama sebelum pemilu yang akan menentukan kendali Gedung Putih dan kedua kamar kongres.

Komite Etik DPR juga menyatakan sedang menyelidiki tuduhan yang melibatkan Santos. Subkomite investigasi menghubungi 40 saksi, meninjau lebih dari 170.000 halaman dokumen dan mengesahkan 37 panggilan pengadilan, kata komite tersebut.

Panel etika mengatakan akan mengumumkan langkah selanjutnya pada 17 November.

Secara terpisah pada hari Rabu, DPR, dalam pemungutan suara bipartisan 222-186 pada hari Rabu, membatalkan resolusi yang mengecam anggota Kongres AS dari Partai Demokrat Rashida Tlaib setelah dia berbicara pada rapat umum yang menyerukan gencatan senjata dalam konflik Israel-Palestina.

Perwakilan Partai Republik Marjorie Taylor Greene memperkenalkan resolusi tersebut pada 26 Oktober, menuduh Tlaib melakukan “aktivitas antisemit, bersimpati dengan organisasi teroris, dan memimpin pemberontakan di Kompleks Capitol AS.”

Resolusi Greene mengacu pada demonstrasi damai di gedung kantor DPR, di mana ratusan pengunjuk rasa ditangkap. Tlaib tidak ikut serta dalam demonstrasi itu.

Tlaib dalam sebuah pernyataan menyebut resolusi tersebut “sangat Islamofobia.”

Greene menuai kecaman bipartisan pada tahun 2021 setelah dia membandingkan masker untuk melawan penyebaran COVID dengan lencana yang dipaksakan oleh Nazi Jerman untuk dipakai oleh orang-orang Yahudi selama Holocaust.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Partai Republik Kongres Amerika George Santos