Kurang dari 24 Jam Badai Otis Disebut Mimpi Buruk bagi Meksiko Selatan

Tri Umardini | Kamis, 26/10/2023 09:30 WIB


Kurang dari 24 Jam Badai Otis Disebut Mimpi Buruk bagi Meksiko Selatan Kurang dari 24 Jam Badai Otis Disebut Mimpi Buruk bagi Meksiko Selatan. (FOTO: FRANCISCO ROBLES/AFP MELALUI GETTY)

JAKARTA - Badai Otis menerjang pantai selatan Meksiko setelah meningkat dari badai tropis menjadi badai Kategori 5 dalam waktu kurang dari 24 jam, yang mengejutkan banyak peramal cuaca.

Pusat Badai Nasional (NHC) mengatakan Badai Otis mendarat pada Rabu pagi dekat Acapulco, yang merupakan rumah bagi lebih dari 1 juta orang, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 165 mph.

Badai Otis dikategorikan sebagai badai tropis pada hari Minggu tetapi mulai menguat dengan cepat kurang dari 24 jam sebelum menghantam Meksiko, menurut NHC.

Sekitar pukul 22:45 Waktu Bagian Timur, pada hari Selasa (24/10/2023), badai tersebut merupakan monster Kategori 5 yang sangat besar.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

NHC menggambarkan intensifikasi cepat Badai Otis sebagai “skenario mimpi buruk bagi Meksiko selatan.”

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Mereka memperingatkan akan adanya “angin topan yang mengancam jiwa” dan “potensi gelombang badai” yang dapat menyebabkan “banjir pesisir yang mengancam jiwa.”

“Ini adalah situasi yang sangat serius bagi wilayah metropolitan Acapulco,” kata NHC dalam laporan terbarunya pada Selasa malam.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Phil Klotzbach, seorang ilmuwan peneliti di departemen ilmu atmosfer di Colorado State University, mengatakan kepada CNN bahwa Badai Otis adalah badai dengan intensitas tercepat dalam periode 12 jam dalam sejarah Pasifik Timur.

Badai Otis adalah badai pertama yang tercatat melanda wilayah Meksiko dengan intensitas sebesar ini.

Badai tersebut berada di puncak Badai Patricia, yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2015 sebagai badai Kategori 4.

Patricia mendarat dengan kecepatan angin 150 mph, tetapi tidak seperti Badai Otis, ia menghantam daerah berpenduduk rendah, CNN melaporkan.

Pada pukul 7 pagi, Waktu Bagian Timur, pada hari Rabu, Badai Otis telah diturunkan menjadi badai Kategori 2 dengan kecepatan angin maksimum 110 mph, menurut NHC.

Badai Otis diperkirakan akan terus melemah dengan cepat saat bergerak lebih jauh ke daratan, dan para peramal cuaca memperkirakan akan menghilang di Meksiko selatan pada Rabu malam.

Pada akhir badai, Otis diperkirakan akan menurunkan curah hujan antara 8 hingga 16 inci, dengan beberapa daerah menerima curah hujan sebanyak 20 inci, di seluruh Guerrero dan bagian pesisir barat Oaxaca pada hari Kamis.

Banjir bandang dan banjir perkotaan masih menimbulkan kekhawatiran, begitu pula tanah longsor di dataran tinggi. Arus deras dan ombak yang mengancam jiwa diperkirakan akan berlangsung hingga Kamis (26/10/2023). (*)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Badai Otis Meksiko selatan Pasifik Timur