Korban Tewas Tanah Longsor di Himalaya India Naik Menjadi 57 Orang, 10 Hilang

Yati Maulana | Selasa, 15/08/2023 20:30 WIB


Korban Tewas Tanah Longsor di Himalaya India Naik Menjadi 57 Orang, 10 Hilang Sebagian rel kereta api warisan Shimla-Kalka yang rusak setelah hujan deras di Shimla di negara bagian utara Himachal Pradesh, India, 15 Agustus 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Tim penyelamat mengeluarkan lebih banyak mayat pada Selasa, 15 Agustus 2023, setelah tanah longsor di Himayalas India selama akhir pekan mengubur rumah dan bangunan, menewaskan sedikitnya 57 orang dan menyebabkan 10 orang masih terperangkap atau hilang, kata para pejabat.

Hujan deras, yang, bersama dengan konstruksi yang tak henti-hentinya, sering memicu banjir bandang yang mematikan dan tanah longsor di pegunungan India dan negara tetangga Pakistan dan Nepal selama beberapa tahun terakhir, telah dikaitkan dengan perubahan iklim.

Kehancuran akibat tanah longsor sangat parah di Himachal Pradesh India, di mana bangunan tersapu di bawah batu dan pohon tumbang, jalan ambruk, dan listrik serta jaringan kereta api terganggu.

"Jumlah korban tewas bisa meningkat," kata kepala menteri negara bagian utara, Sukhvinder Singh Sukhu, kepada kantor berita ANI saat dia memimpin upacara yang dibungkam untuk memperingati Hari Kemerdekaan India pada Selasa.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Tiga mayat lagi ditarik keluar pada Selasa dari lokasi sebuah kuil yang runtuh setelah tanah longsor di ibu kota negara bagian Shimla, tempat 14 orang tewas dalam insiden terkait hujan, kata pejabat manajemen bencana Praveen Bhardwaj.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Sedikitnya 55 orang tewas di negara bagian itu akibat bencana tersebut, kata Bhardwaj. Dua orang juga tewas di negara bagian tetangga Uttarakhand dalam insiden terkait hujan.

Tayangan televisi menunjukkan ratusan orang berkumpul di lokasi penyelamatan saat pekerja darurat dan mesin penggali memindahkan batang pohon dan lumpur.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Dua rekan saya dan keluarga mereka hilang ... Kami masih berharap Tuhan akan melakukan keajaiban dan rekan saya profesor P.L. Sharma, istri dan putranya akan diselamatkan dengan selamat," Pusphpa Lata, seorang warga Shimla, mengatakan kepada ANI News agensi, di mana Reuters memiliki saham minoritas.

Hujan lebat diperkirakan akan berlanjut hingga Rabu di beberapa bagian Himachal Pradesh dan tetangganya Uttarakhand. Kedua negara bagian juga mengalami kerusakan yang meluas bulan lalu, karena hujan deras yang tak henti-hentinya, dan telah mencatat curah hujan 45% dan 18% di atas normal selama musim hujan yang dimulai 1 Juni.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Himalaya India Hujan Longsor