DPR Minta Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Kesehatan Hewan Ternak

Tim Cek Fakta | Kamis, 25/05/2023 19:20 WIB


ASF terdeteksi di Indonesia setelah ditemukan di sebuah peternakan Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau pada April 2023. Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan. Foto: dpr

JAKARTA - Komisi IV DPR RI meminta Pemerintah untuk memperbaiki tata kelola kesehatan hewan ternaK, khususnya babi agar terhindar dari berbagai penyakit. Daging babi menjadi salah satu olahan yang banyak dikonsumsi masyarakat di beberapa daerah tertentu.

“Bagi kelompok masyarakat tertentu dan di daerah-daerah tertentu, daging bagi adalah sumber protein yang menjadi malanan sehari-hari. Jadi masalah virus ini harus diatasi secara serius,” kata Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan, Kamis (25/5/2023).

Beberapa waktu belakangan ini, merebak Virus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di beberapa wilayah.

ASF terdeteksi di Indonesia setelah ditemukan di sebuah peternakan Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau pada April 2023.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, babi di Indonesia terinfeksi virus tersebut karena virus dan bakteri yang sudah lama hilang saat ini mulai bangkit.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Karena itu, Daniel meminta Pemerintah bekerja sama dengan stakeholder terkakit untuk terus melakukan edukasi kepada peternak mengenai kesehatan hewan ternak. Mulai dari urusan pakan, vaksin dan vitamin yang konsisten diberikan, serta kebersihan kandang hewan ternak.

Lebih lanjut, Daniel berpesan kepada seluruh peternak di Indonesia agar mengawasi penyebaran virus ASF bersama-sama. Dengan kerja sama seluruh pihak, ia meyakini berbagai persoalan yang muncul dapat ditanggulangi dengan baik.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

“Tidak perlu panik, tapi mari kita hadapi persoalan ini bersama-sama. Dengan kolaborasi yang erat antara masyarakat, Pemerintah, DPR serta seluruh elemen bangsa lainnya, pasti akan ada solusi dari setiap permasalahan,” ujar Politisi Fraksi PKB itu.

Dari Batam, virus tersebut lantas menyebar di beberapa wilayah di Kepulauan Riau, Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat, hingga sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Kemunculan virus Demam Babi Afrika dilaporkan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WHO) pada awal Mei lalu.

Meski belum ditemukan kasus penularan kepada manusia, virus ini diketahui memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Virus tersebut dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen pada komunitas ternak yang terjangkiti.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
DPR Ternak Babi Virus ASF