Remix Kejutan America Has a Problem, Beyonce Kolaborasi dengan Kendrick Lamar

Tri Umardini | Minggu, 21/05/2023 11:30 WIB


Remix Kejutan America Has a Problem, Beyonce Kolaborasi dengan Kendrick Lamar
  Beyonce Kolaborasi dengan Kendrick Lamar untuk Remix Kejutan America Has a Problem(FOTO: GETTY IMAGES)

JAKARTA - Beyonce dan Kendrick Lamar menghadirkan Renaissance baru.

Pada hari Jumat (19/5/2023), penyanyi itu mengejutkan penggemar dengan merilis remix ke lagu , `America Has a Problem,` dari album studio ketujuh pemenang Grammy Award.

Remix tersebut muncul hanya beberapa bulan setelah album tersebut memberikan empat gramofon emas, Grammy Awards 2023 pada Beyonce (41).

Penghargaan itu termasuk album musik dansa/elektronik terbaik.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Sementara remix menempel pada irama tarian aslinya, dengan cepat masuk ke syair Lamar beberapa detik kemudian, yang mencakup ode untuk Beyhive dan kecerdasan buatan dengan lirik yang meliputi:

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Hold up, wait a minute / Even AI gotta practice clonin` Kendrick / The double entendre, the encore remnants / I bop like tin men, the opps need ten men."

Pasangan ini terakhir berkolaborasi di lagu "Freedom" dari album Lemonade 2016 milik Beyonce.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Mereka juga membawakan lagu tersebut di BET Awards tahun itu.

Selain remix, Beyonce juga sibuk dengan tur dunianya.

Ibu tiga anak ini saat ini sedang menjalani Renaissance World Tour 2023 di Eropa.

Dimulai pada malam pertamanya 10 Mei 2023 di Friends Arena di Stockholm, Swedia.

Pertunjukan tersebut diperkirakan akan berhenti di Belgia, Inggris, Prancis, Spanyol, Belanda, Jerman, dan Polandia, sebelum debut tur Amerika Utara pada 8 Juli di Toronto, kemudian berakhir di New Orleans pada 27 September 2023.

Renaissance World Tour menandai tur solo pertama Beyonce sejak Formation World Tour 2016.

Dia kemudian menjadi headline Coachella pada April 2018 sebelum dia dan JAY-Z mengambil bagian dalam Tur On the Run II mereka beberapa bulan kemudian.

Sebelum rilis Renaissance, penduduk asli Houston berbicara tentang album itu sebagai sesuatu yang memberinya "tempat untuk bermimpi dan menemukan jalan keluar selama waktu yang menakutkan bagi dunia."

Pelantun "Crazy in Love" itu menulis di Instagram di samping seni sampul album bagaimana proyek tersebut membuatnya "merasa bebas dan berpetualang di saat tidak ada hal lain yang bergerak."

Mengekspresikan niatnya adalah untuk "menciptakan tempat yang aman, tempat tanpa penilaian," lanjutnya dalam keterangan postingan bagaimana dia ingin mengembangkan "tempat bebas dari perfeksionisme dan terlalu banyak berpikir.

Tempat untuk berteriak, melepaskan, merasakan kebebasan. Itu adalah perjalanan eksplorasi yang indah.

"Saya harap Anda menemukan kegembiraan dalam musik ini. Saya harap musik ini menginspirasi Anda untuk melepaskan goyangan. Ha! Dan untuk merasa unik, kuat, dan seksi seperti Anda," tulisnya. (*)

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Beyonce Kendrick Lamar Renaissance