Para Menteri G7 Kecam Retorika Nuklir Rusia, Serukan China untuk Bertindak

| Rabu, 19/04/2023 04:11 WIB


Para Menteri G7 Kecam Retorika Nuklir Rusia, Serukan China untuk Bertindak Para menteri berpose untuk foto pada awal sesi kerja kelima Pertemuan Menteri Luar Negeri G7 di hotel Prince Karuizawa di Karuizawa pada 18 April 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Para menteri luar negeri dari Kelompok Tujuh negara kaya pada Selasa mengutuk pembicaraan Rusia baru-baru ini tentang penempatan senjata nuklir di Belarus sebagai "tidak dapat diterima" dan meminta China untuk bertindak sebagai anggota yang bertanggung jawab dari masyarakat internasional.

Komentar dalam komunike, yang menandai kesimpulan dari pertemuan tiga hari di kota resor Karuizawa, Jepang, menyoroti bagaimana isu ganda intervensi militer Rusia dan ketakutan akan tindakan serupa oleh China terhadap Taiwan, telah menjadi fokus pertemuan tersebut.

"Retorika nuklir Rusia yang tidak bertanggung jawab dan ancamannya untuk menyebarkan senjata nuklir di Belarus tidak dapat diterima," kata para menteri.

"Setiap penggunaan senjata kimia, biologi atau nuklir oleh Rusia akan menghadapi konsekuensi yang parah."

Baca juga :
K3 MPR RI Kaji Pasal 33 UUD 1945, Dorong Ekonomi Berkeadilan

Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu mengatakan Rusia akan menempatkan senjata nuklir taktis jarak pendek di wilayah tetangganya. Moskow mengatakan langkah ini dipaksakan oleh perluasan aliansi militer NATO menuju perbatasan Rusia.

Baca juga :
WHO Desak Negara Cabut Larangan Pembatasan Perjalanan Akibat WHO

Ini adalah pertama kalinya Rusia mengatakan akan menempatkan senjata nuklir di wilayah negara lain sejak berakhirnya Perang Dingin tiga dekade lalu, dan tampaknya meningkatkan taruhannya, setidaknya secara simbolis, dalam ketegangan yang semakin intensif dengan Barat atas wilayah tersebut. perang di Ukraina.

Para menteri mengatakan mereka mengulangi seruan mereka agar China bertindak sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, menyetujui bahwa perdamaian dan keamanan di Selat Taiwan sangat penting dan menentang militerisasi Beijing di Laut China Selatan.

Baca juga :
Suhu Global Memanas, PBB Desak Percepatan Aksi Iklim
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Negara G7 Rusia China Rudal