
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Bambang Suherman. Foto: dok. pjmi
JAKARTA - Dompet Dhuafa menggelar acara Kick Off 60 Kawasan Mandiri dan Berdaya (Madaya) di Jakarta, pada Jumat (14/4/2023).
"Program ini merupakan upaya Dompet Dhuafa dalam menyalurkan dana masyarakat dengan lebih efektif melalui cara pemberdayaan. Pada saat ini, pemberdayaan ditingkatkan dan dimaksimalkan agar bisa menjangkau lebih luas, yaitu dalam bentuk sebuah Kawasan Madaya," kata Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Bambang Suherman melalui keterangan tertulis yang diterima katakini.com di Jakarta, Selasa (18/4/2023).
Kawasan Madaya dikembangkan sebagai program multi tematik meliputi lima pilar, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, dan dakwah. Khusus pada pemberdayaan ekonomi, kawasan yang diberdayakan adalah kawasan yang memamg memilii syarat-syarat yang bisa dikembangkan dan bisa berkelanjutan.
“Pada pemberdayaan ini yang Dompet Dhuafa tekankan adalah bagaimana nilai tambah dari sektor riil itu bisa konkret dna memberika dampak pada masyarakat," terang Rahmad.
Implementasinya, program ini menggunakan metode pendekatan filantropreneurship, yaitu program degan tiga tahanpan: Pedampingan mustahik, penguatan kelembagaan kemitraan, dan aliansi nasional sosial enterprise.
Hingga saat ini, sudah ada 24 kawasan yang dibina oleh Dompet Dhuafa, namun masih dengan temanya masing-masing.
Di antara protofolio program pemberdayan Dompet Dhuafa berbasis kawasan yang hingga kini terus berkembang adalah: Program Kopi Solok Sirukam, Sumatera Barat; Sekolah Literasi Indonesia (SLI) di Kabpaten Gowa, Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sumab Barat Daya, NTT; Kawasan Sehat Desa Gili Gede Indah, Lombok Barat, NTB yang berkolaborasi dengan PT. Kimia Farma.
"Kami memiliki komitmen bahwa kami terus memberikan kualitas kesehatan kepada masyarakat. Kami senang sekali bertemu dengan Dompet Dhuafa membuat program yang bernama Kawasan Sehat yang letaknya ada di Gili Gede, Lombok. Di sana kami sediakan sebuah kapal yang bernama Klinik Apung untuk memberikan layanan kesehatan ke pelosok-pelosok pulau kecil yang sulit terjangkau," kata manager Umum & TJSL PT. Kimia Farma Rizki Oktavianus.
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026