Belarus Bahas Jaminan Keamanan Bersama Rusia

Tim Cek Fakta | Rabu, 12/04/2023 00:48 WIB


Lukashenko menggarisbawahi bahwa Barat tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan Memorandum Budapest yang mengangankan pemberian jaminan keamanan ke Belarus sebagai imbalan atas pelepasan senjata nuklir Minsk. Presiden Belarus Alexander Lukashenko (kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: bloomberg

ISTANBUL – Belarus mendiskusikan dalam sebuah pertemuan tentang jaminan keamanan bagi negaranya bersama Rusia jika terjadi tindakan agresi.

Diskusi tersebut dilakukan oleh Presiden Belarus Alexander Lukashenko dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu pada Senin (10/4/2023).

Kunjungan Shoygu bersama para ahli dari Rusia untuk mendiskusikan isu keamanan Belarus telah diharapkan oleh Lukashenko, menyusul pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Anda tahu, saya sudah mengangkat masalah ini di Dewan Tertinggi Negara. Tetapi sebelum itu, kami membahas masalah ini dengan Vladimir Vladimirovich (Putin),” kata Lukashenko seperti dilaporkan antaranews dari kantor berita Anadolu.

Baca juga :
Ini Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh

Lukashenko menggarisbawahi bahwa Barat tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan Memorandum Budapest yang mengangankan pemberian jaminan keamanan ke Belarus sebagai imbalan atas pelepasan senjata nuklir Minsk.

Baca juga :
18 April 2026: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

“Negara-negara Barat menginjak-injak semua perjanjian, kesepakatan, dan pernyataan--dan tidak ada keamanan, termasuk keamanan ekonomi," kata dia.

"Keamanan ekonomi apa jika mereka menjatuhkan sanksi kepada kami," ujar Lukashenko, menambahkan.

Baca juga :
Raphinha Ingin Bremer Perkuat Lini Belakang Barcelona Musim Depan

Memorandum Budapest ditandatangani oleh Ukraina, Rusia, Inggris, dan AS pada 3 Desember 1994, untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina, Belarus, dan Kazakhstan sehubungan dengan bergabungnya mereka ke Perjanjian Non-Proliferasi.

Lukashenko juga mengatakan bahwa dia mengangkat masalah ini dengan Presiden Putin selama pembicaraan di Moskow.

Sebagai tanggapan, Lukashenko mengatakan bahwa Putin mendukungnya dan mengatakan bahwa mereka perlu merevisi semua perjanjian, termasuk perjanjian antara Moskow dan Minsk untuk melihat tindakan antarnegara yang dapat dilakukan untuk memastikan keamanan Belarus.

“Secara umum, dikatakan dalam pembicaraan bahwa jika terjadi agresi terhadap Belarus, Federasi Rusia melindungi Belarus sebagai wilayahnya sendiri. Kami membutuhkan jaminan (keamanan) seperti itu. Kami membutuhkan jaminan keamanan penuh dari saudara kami Rusia,” tutur Lukashenko.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Belarus Rusia Jaminan keamanan